19 Soft Skill Penting dalam Karir Layaknya Manajer Kelas Dunia

Apa itu soft skill sebenarnya ?, dan apa itu hard skill sebenarnya ? dan kenapa keduanya begitu penting dimiliki. Oke, Kemampuan manajerial dikaitkan dengan hard skill (teknis kemampuan kognitif), maka soft skill adalah penyeimbang, seperti sifat ramah dan gestur dan kepekaan seseorang.

Nah, biasanya seorang leader atau manajer yang sukses memiliki hard skill dan sekaligus soft skill yang baik

Dari berbagai penelitian menunjukan bahwa, kini soft skill cenderung lebih penting dari pada hard skill. Kenyataanya keseuksesan jangka panjang seseorang ditentukan oleh soft skill yang mereka miliki.

Penelitian Harvard Business Review mendapati  bahwa  syarat penting bagi seorang pemimpin terletak pada banyaknya soft skill yang dikuasai.

Dalam situ Resourceful Manager, keterampilan teknis atau kecerdasan (hard skill) dalam dunia berbisnis menjadi tidak berharga jika seseorang tidak mempunyai kemampuan  soft skill yang mendukung.

Apa itu sofs skill ?

Soft skills adalah istilah sosiologis, Soft skills berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (  scdc.binus.ac.id)

Soft Skill Penting dalam Karir

Oke, 19 soft skill penting ini pasti dibutuhkan seorang manajer untuk mencapai karir yang sukses.

1. Miliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Memiliki posisi karir yang baik, misalnya seorang manajer, kemampuan berkomunikasi dengan baik sangat penting dan dibutuhkan di sini. Sehingga komunikasi dengan orang lain, baik itu rekan atau bawahan menjadi tidak terkendala.

Seorang manajer diharuskan menguasai kemampuan komunikasi yang baik sehingga mudah bertukar ide dan pendapat.

Komunikasi akan menciptakan linkungan yang nyaman, sehingga suasan kantor dan para karyawan akan kondusif, akhirnya akan meningkatkan produktifitas.

Dalam komunikasi, apalagi dalam lingkup formal,  mengungkapkan sesuatu harus dilandasi dengan fakta, hilangkan bahasa yang tentatif, misalnya menggunakan kata “mungkin” dalam rapat.

2. Miliki sopan santun, karena itu akan menunjukan siapa dirimu

Bukan hanya dalam lingkup formal, seseorang yang memiliki sopan santun pasti akan disukai oleh banyak orang. Jika Anda ingin memiliki karir yang cemerlang, menjaga sikap sopan dan selalu, selalu berperilaku santun akan membuat Anda berwibawa dan disegani oleh rekan kerja atau karyawan Anda.

Sikap sopan santun juga akan mempererat hubungan positif antar karyawan, atau Anda dengan bawahan.

Jika Anda seorang manajer, maka Anda akan menjadi teladan dan contoh untuk diikuti oleh seluruh orang di perusahaan. Anda akan di cap sebagai leader yang baik.

Contoh sikap sopan santun dalam kantor misalnya ;

Hadir rapat tepat pada waktunya, artinya Anda menghargai janji dan menghargai orang lain.

Selalu mengucapkan terimakasih, memulai dengan kata maaf, dan gunakan nada suara yang jelas namun tidak terkesan tidak judes.

3. Selalu berusaha menjadi pendengar yang baik

Salah satu syarat menjadi komunikator yang ulung adalah menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengar, maka seorang komunikator mampu menganalisis dan memberikan solusi atas masalah yang sedang terjadi.

Seorang manajer yang baik pasti memiliki kemampuan komunikator yang baik pula, dan pasti seorang pendengar yang baik.

Kemampuan menyampaikan pendapat jika ditunjang dengan menjadi pendengar yang baik, maka karir yang Anda impikan akan tercapai.

Seorang leader atau pemimpin, selain memiliki ketegasan, suara lantang juga harus memiliki kemampuan mendengarkan ide atau gagasan pemikiran orang lain.

Dengan hal tersebut maka Anda akan memiliki kemampuan dalam mengontrol lebih baik dari pada pemimpin yang tidak mau mendengarkan pemikiran bawahan.

Terbuka menerima pemikiran orang lain, menjadi pendengar yang baik, berikan solusi-solusi nyata yang sifatnya membantu, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat, misalnya mendapat ide segar, dihormati dan disegani rekan dan karyawan lain karena sikap Anda tersebut.

4. Berikan pujian pada buah karya orang lain

Pujian bukan hanya di tujukan untuk mereka yang sudah melakuakn tugasnya dengan baik, tapi juga di berikan kepada mereka yang sudah berusaha sekuat tenaga dalam prosesnya, meskipun hasil yang didapat belum begitu baik.

Jangan buat mereka putus asa, buat mereka terus termotivasi untuk melakukan  pekerjaan sebaik baiknya.

Bentuk pujian sangat sederhana, misalnya megatakan, “wah, jam segini masih lembur, luar biasa, pasti kelak Anda akan menjadi orang sukses”.

Leader yang baik akan menyadari serta memberi pengakuan ketika bawahan bekerja dengan bagus. Rekan kerja yang baik akan memberikan apresiasi dan pujian kepada rekan kerjanya yang berprestasi atau telah sukses mengerjakan sesuatu.

Jika anda seorang manajer, menepuk-nepuk bagian punggung bisa menjadi salah satu ekspresi pujian sederhana bagi karyawan. Saya jamin, karyawan tersebut akan merasa senang dan termotivasi.

Berikan apresiasi, seperti membuat acara kecil dalam kantor khusus untuk merayakan keberhasilan karyawan lain yang berprestasi.

Sekali lagi, Jika Anda seorang manajer, Anda harus tahu prestasi dari setiap karyawan, sekecil apapun prestasi mereka. Ini berguna bagi Anda untuk memberikan pujian kecil kepada mereka.

5. Berusaha menjaga hubungan baik dengan rekan kerja atau bawahan

Saya pernah bekerja di sebuah perbankkan nasional, dimana kondisi hubungan di kantor sangat solid. Bentuk kepedulian kecil akan membuat suasana hubungan dengan rekan kerja atau bawahan akan terjalin dengan baik.

Dan ingat, dalam setiap hubungan pasti akan menemukan perpecahan, nah di sini Anda dituntut untuk selalu berpikiran positif dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan kantor.

Hal-hal kecil dalam komunikasi bisa menjaga hubungan Anda dengan rekan kerja terjalin dengan baik, misalnya selalu menyebut nama mereka jika anda sedang berkomunikasi dengan mereka.

6. Selalu menjaga sikap profesional

Pertanyaanya adalah, apakah hubungan baik yang terjalin di kantor tidak akan merusak sikap profesionalisme ?

Meskipun dalam lingkungan kantor hubungan terjalin dengan baik, jangan pernah mencampur adukan dengan sikap profesionalisme Anda. Biasanya akan ada rasa tidak enak hati jika ingin menyuruh terkait dengan pekerjaan.

Jika Anda manajer atau pemimpin, menjaga profesionalisme menjadi sangat sulit. Terlebih jika Anda bersahabat dengan banyak karyawan.

Menjaga sikap dan membatasi diri adalah kuncinya.  Mengerti batasan antara kehidupan dan masalah-masalah pribadi dan masalah di kantor.

Jika Anda seorang pemimpin atau manajer, sedekat apapun Anda dengan karyawan jangan berikan perlakuan khusus atau bantuan apapun kepada rekan atau karyawan yang memiliki hubungan dengan Anda.

Karena ini akan menggangu suasana dan merusak sikap profesionalisme Anda di mata rekan kerja atau karyawan Anda.

7. Miliki kemampuan berkomunikasi nonverbal (bahasa gestur tubuh)

Dalam penelitian ilmiah, dalam komunikasi, gestur tubuh memiliki efek 55% pada pemahaman pendengar, sementara kata-kata hanya berdampak 7% saja.

Artinya kemampuan nonverbal menjadi salah satu jenis soft skill penting yang harusnya dimiliki oleh karyawan atau manajer yang ingin sukses dalam karir.

soft skill penting untuk karir

Dari gestur, Anda bisa melihat rasa hormat dan ketulusan lawan bicara Anda. Sesuaikan apa yang Anda katakan dengan gestur tubuh.

Inilah kenapa, banyak sekali perusahaan yang mensyaratkan rekruitmen karyawannya dengan uji performa bagaimana berkomunikasi. Karena gestur tubuh akan menunjukan kejujuran dan kemampuan mempengaruhi seseorang terhadap orang lain.

8. Memiliki kemampuan menyampaikan kabar buruk

Tidak semua orang mampu untuk melakukan hal ini. Rasa tidak enak hati kepada orang lain, tidak tega dan sebagainya adalah alasan keengganan menyampaikan kabar buruk.

Nah, sebagai seorang karyawan atau bahkan seorang manajer/ pimpinan, Anda diharuskan memiliki kemampuan ini.  Tentu saja dengan penyampaian yang bijak sana.

Jika Anda seorang manajer, dan ingin menyampaikan kabar buruk kepada karyawan, hindari menggunakan email atau pesan chat. Usahakan untuk menemui secara langsung dan berbicara 4 mata jika kabar buruk tersebut hanya perindividu.

Misalnya kabar terkait perkembangan perusahaan yang mengalami kerugian, Anda sebagai pemimpin harus menyampaikan hal ini kepada para karyawan. Biarkan kesempatan karyawan merespon dan mendiskusikannya dan Anda sebagai  pemimpin mengamati apakah kabar tersebut mempengaruhi karyawan.

9. Mampu Memberikan kritikan

Manajer kelas dunia, bukan hanya solutif, namun mereka sangat kritis. Nah, mampu mengkritik ide atau hasil analisa orang lain itu penting.

Terlebih Anda adalah seorang manajer, funsi dan tugas manajer salah satunya adalah pengawasan dalam divisi dan karyawannya. Dengan tugas tersebut harus memiliki kemampuan menyampaikan kritikan yang elegan.

Kritikan ini sangat berpengaruh pada kinerja tim dan kualitas pekerjaan dalam divisi tersebut.

Kritikan pada karyawan secara tidak langsung akan menjaga stabilitas dan kualitas kinerja perusahaan agar berjalan sesuai pada jalurnya.

Misalnya, seorang manajer wajib memberikan kritikan kepada karyawan yang kurang produktif dalam tugas atau pekerjaan.

Bukan hanya seorang manajer, jika Anda masih seorang karyawan, jika rekan kerja melakukan kesalahan atau tidak bekerja dengan benar, Anda bisa memberikan kritikan untuk mengingatkan dan memberikan motivasi.

Baca juga : Solusi menghadapi kritikan bagi profesional

Standar kinerja yang  tinggi akan menghasilkan hasil kerja yang maksimal.

Jika Anda seorang manajer/ pimpinan, ada beberapa tips dalam memberi kritik pada karyawan Anda.

Pertama, bertemulah secara pribadi. Gunakan bahasa yang sopan dan elegan namun menunjukan ketegasan.

Kedua, berikan kritikan profesional, artinya kritikan tersebut dalam bidang pekerjaan yang karyawan tersebut lakukan

Keempat, langsung pada pokok persoalan, tidak membingungkan.

Kelima , Mintalah masukan, agar merasa dianggap dan menjadi bagian dari perusahaan.

10. Memiliki skill bernegosiasi

Apa bedanya skill komunikasi dan negosiasi ? skill negosiasi adalah bagian dari skill komunikasi, tujuannya adalah untuk menggoalkan kerjasama. Dan keduanya adalah soft skill penting yang harus dimiliki.

Fungsi dari skill bernegosiasi salah satunya Anda akan berhubungan dengan rekan kerja atau karyawan Anda dalam negosiasi.

Negosiasi memiliki tujuan mendapatkan kemungkinan terbaik dari beberapa ide. Memilih yang terbaik dari berbagai pilihan yang paling menguntungkan. Serta mampu memahami keinginan orang lain.

11. Berani mengatakan tidak

Jika Anda mempertimbangkan beberapa gagasan, dan ternyata gagasan tersebut tidak sesuai, maka Anda harus berani untuk mengatakan tidak.

Bagi kebanyakan orang. Mereka tidak enak untuk mengatakan tidak. Karena kata tidak identik dengan penolakan dan menutup diri dari ide orang lain. Pertimbangan seperti bagaimana perasaan orang lain jika kita katakan tidak.

Jika memang anda harus menolak, maka anda harus berani mengatakan tidak kepada lawan bicara. Berikan alasan yang jelas kenapa Anda menolaknya, dan pastikan lawan bicara memahami kondisinya.

Penolakan bisa kamu sampaikan dengan nada positif, dan sampaikan apakah ada ide lain untuk membantu masalah ini. Biasanya kata-kata ini disampaikan pada akhir percakapan.

12. Mengelola perubahan

Apa yang dimaksud mengelola perubahan, perubahan dalam dunia kerja bisa terjadi dalam berbagai hal. Misalnya perubahan SOP, perubahan manajemen atau perubahan-perubahan aturan.

Nah, dari banyaknya karyawan, biasanya hanya beberapa orang yang mampu merespon perubahan tersebut dengan cepat, artinya mereka mampu beradaptasi dengan cepat.

Jika Anda seorang manajer, Anda harus menjadi pembimbing mereka melalui perubahan tersebut. Biasanya karyawan akan melihat atasan selama masa perubahan tersebut.

Pada masa transisi tersebut, biasanya karyawan mencari sosok pemimpin, bimbingan, kepastian dan stabilitas.

Berikut  ada 2 poin penting mengelola perubahan dengan tepat ;

Memberikan  kesempatan kepada karyawan untuk berbagai  ide pemikiran.

Fokus pada hal-hal positif dan usahakan  menjawab pertanyaan karyawan yang muncul.

13. Kemampuan dalam mengatasi karyawan yang sulit

Oke, ini khusus untu seorang manajer ya,

Manajer akan mengahadapi berbagai karakter karyawan dengan berbagai pemikiran, dan manajer di tuntut bisa mengatasi hal ini.

Tidak semua karyawan yang anda miliki sejalan dengan pemikiran atau ide Anda,  beberapa mereka mungkin merasa target dan tugas yang dibebankan terlalu sulit. Nah, sifat mereka akan sangat berbahaya bagi lingkungan kerja dan mengganggu keselarasan tim.

Sebagai contohnya, jika seorang karyawan memiliki sifat tersebut, biasanya mereka akan menunda-nunda pekerjaan.

Anda perlu berhati-hati menunda pekerjaan artinya tugas yang diberikan akan terlambat, dan kebiasaan mengganggu karyawan lain, serta penggunaan bahasa –bhasa yang tidak pantas.

Bergerak cepat, segera lakukan penanganan pada masalah yang muncul. Buat sebuah strategi untuk mengubah atau memperbaiki  perilaku, dan lakukan pengamatan setiap hari agar perubahan tersebut menjadi permanen.

14. Tangani setiap keluhan yang datang

Ini ditujukan bagi manajer atau pemimpin. Manajer pasti akan menemukan berbagai keluhan-keluhan dari karyawannya.

Keluhan biasanya terjadi terkait pekerjaan, solusi paling efektif adalah dengan memberikan teladan kepada karyawan. Tanyakan kepada karyawan terkait keluhan tersebut, dan mintalah solusi real untuk masalah tersebut. Jadikan keluhan karyawan untuk mencari solusi terkait masalah yang menjadi keluhan kebanyakan karyawan.

15. Memiliki kemampuan delegasi

Delegasi  artinya memberikan tugas untuk dikerjakan. Meskipun ini terlihat mudah,namun membutuhkan keahlian, seperti cara komunikasi dan menjelaskan tentang pekerjaan tersebut, apa yang harus di capai dan kapan harus selesai.

Sebagai  manajer harus membangun kemampuan delegasi pada bawahannya dengan baik dan tepat. Misalnya bersamaan dengan memberikan tugas pekerjaan, berikan motivasi kepada karyawan agar pekerjaan tersebut secara efektif dan dengan hasil yang memuaskan.

Perjelas tujuan, perjelas langkah-langkah dan kebijakan yang diambil, dan berikan motivasi dan manfaatkan sumber daya yang tersedia.

16. Membangun mental dan moral

Membangun mental dan moral yang kuat akan membantu Anda mencapai karir yang baik. Terlebih jika Anda adalah seorang manajer. Soft skill ini sangat berguna untuk kemajuan pribadi dan tim kedepannya.

Seorang manajer sukses, pasti akan memiliki mental dan moral yang baik. Bukan hanya baik, namun terus menerus diupgrade.

Menjadi soft skill penting jika Anda ingin sukses dalam karir. Manajer dengan moral dan mental yang baik, akan menjadi tolak ukur kesuksesan perusahaan yang dipimpin. Dan menjadi panutan karyawan.

Menjadi leader / manajer akan menangani berbagai masalah, salah satunya menghadapi karyawan yang stress di tempat kerja.  Misalnya berkecil hati, pesimis dan lainya.

Di sini peran manajer sebagai pembimbing sangat diperlukan. Karyawan dalam kondisi tersebut membutuhkan  pemimpin yang memikirkan kebutuhan emosional karyawan.

17. Kemampuan menangani perlawanan atau mengelola pihak oposisi

Dalam karyawan, pasti ada pihak yang pro dan kontra, jika menghadapi pihak yang pro tidak terlalu kesulitan, namun bagaimana mengangani pihak yang memusuhi kita?

Cara penanganan yang tepat akan memberikan penilaian tersendiri pada sosok pemimpin, dalam hal ini manajer.

Fokus pada masalah,  tidak konfontatif, tetap elegan menghadapi masalah.

Menjadi ksatria dengan mengakui kesalahan yang memang kamu lakukan, jika tidak terjadi kesepakatan, Anda bisa meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah.

18. Multitasking

Nah, ini adalah bakat sofs skill yang unik. Biasanya identik dengan skill yang dikuasi oleh sebagian wanita. Secara medis pun, para ahli juga setuju bahwa wanita memiliki kemampuan membagi konsentrasi.

Ada beberapa pria juga memiliki kemampuan multitasking. Biasanya sangat generalis, dan sangat cocok untuk menjadi pemimpin dengan pemikiran-pemikirannnya.

19. Percaya diri yang tinggi disertai dengan kemampuan

Rasa percaya diri yang tinggi namun tidak diikuti dengan kemampuan yang mumpuni maka sama saja bohong. Jika menjadi seorang karyawan atau manajer, rasa percaya diri akan sangat dibutuhkan untuk menunjang kesuksesan karir.

Kepercayan diri yang tinggi juga jangan sampai menjadi bumerang. Artinya, mampu mengendalikan rasa percaya diri, dan disesuaikan dengan kemampuan.

Kesimpulan

Soft skill penting yang sudah diuraikan di atas adalah beberapa hal yang bisa menunjang kesuksesan karir Anda.

Gali dan asah soft skill tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat.

Terkait :