Menemukan Nilai ; Menjadi Pekerja yang Tak hanya Sekedar Mekanis

Menjadi Pekerja Yang Tak hanya Sekedar  Mekanis – Siapapun diantara kita pasti berusaha untuk terus mencari nilai agar apa yang kita kerjakan bisa mermanfaat dan lebih bermakna. Apapun profesi yang kita lakukan, karyawan, guru, staf, guru, dan lain, pastilah selalu berupaya melakukan yang terbaik. Namun jangan sampai aktivitas tersebut membuat kita terjebak dalam kegiatan-kegiatan teknis yang terus berulang. Jika hal itu terjadi  tentu tidak ada peningkatan kapasitas dalam hidup kita.

Percayalah, setiap orang yang hanya bekerja secara teknis dan berulang, maka ia telah menjadi manusia mekanik. Meskipun dalam dunia industri produktivitas diukur dari hasil kerja yang bersifat kuantitatif. Seorang karyawan pabrik, ia akan mendapat bonus jika mampu mencapai produksi sekian ratus jenis barang.

Padahal  dalam setiap pekerjaan terdapat substansi yang bisa bermanfaat untuk mengembangkan diri. Seorang karyawan konveksi, jika iya sudah mahir, membuat pola, memotong kain, menjahit  kadang merasa cukup. Tetapi bagi karyawan yang memiliki visi hidup jangka panjang ia akan melengkapi ketrampilannya dengan kemahiran-kemahiran lain. Seperti penguasaan terhadap harga bahan baku, penguasaan terhadap informasi harga jual jenis dan produk fashion, maupun penguasaan terhadap kemampuan mengorganisir orang atau manajemen.

Ketrampilan – ketrampilan tersebut memang tidak serta merta datang, tetapi seseorang yang menyiapkan dirinya untuk tumbuh ia senantiasa mencerna setiap keadaan dan peristiwa. Ia juga menyerap dan belajar dari setiap situasi. Hasilnya, orang – orang semacam ini cenderung lebih sigap, tangguh, displin, bahkan tahan banting terhadap tekanan-tekanan keadaan sulit.

Sehingga ketika ia keluar sebagai karyawan pabrik ia sudah mampu berdiri dikaki sendiri, bahkan bermetamorfosis menjadi pelaku usaha dibidang konveksi. Dalam beberapa hal, memang tidak semua ketrampilan itu harus dijelaskan secara detail, tetapi secara instingtif seseorang bisa mengenali keadaan keadaan tersebut.

Bahkan ketika seseorang telah bermetamorfosis menjadi pelaku usaha konveksi, ia juga masih harus menghadapi tantangan-tantangan baru. Banyak kita temukan bahwa satu produk dengan produk lain selisih harganya cukup jauh. Misal batik produksi dari konveksi A bisa dijual dengan harga ratusa ribu atau jutaan, sedangkan batik produksi konveksi  B hanya dijual dengan harga puluhan ribu.

Ternyata konveksi A memahami nilai sebuah produk dengan mengemas menjadi Brand, Merk, membuat kampanye produk dan bahkan menciptakan sebuah trend. Disinilah mengapa kita harus mencari nilai dalam setiap pekerjaan yang kita garap.

Seperti ungkapan yang menyatakan, jika telur itu pecah dari dalam, maka ia akan terus tumbuh. Tetapi jika telur itu pecah karena factor dari luar maka ia hanya akan menjadi cangkang saja.

Dari itu tidak ada yang lebih besar dari pada dan motivasi dari dalam diri kita. Motivasi yang tumbuh dari dalam hati, dan dilandasi dengan kesadaran bekerja adalah sebuah keharusan, masalah adalah tantangan yang harus diselesaikan, dan rejeki adalah rangkaian ketidak pastian yang harus dipastikan. Maka seseorang tersebut senantiasa bisa berselancar dalam setiap situasi yang dihadapi. Maka segeralah temukan nilai dan lakukanlan sesuatu untuk masa depan yang lebih baik. ( Sakur Abdul Wahid).

Terkait :