6 Kesalahan Fatal dalam Membuat CV dan Solusi Terbaiknya

Sebelum Anda memutuskan untuk melamar pekerjan, akan lebih baik jika Anda mempersiapkan  CV (Curicullum Vitae) terlebih dahulu. CV adalah satu dari beberapa senjata untuk mendapatkan pekerjan impian. Jangan sampai melakukan kesalahan membuat CV.

Jangan pernah meremehkan kekuatan CV, jika Anda ingin mendapatkan pekerjan maka buat sebuah CV yang mempesona. Setidaknya Anda sudah  berbuat maksimal untuk masuk seleksi rekruitmen selanjutnya.

Hampir sebagian pelamar pekerjaan tidak masuk pada proses seleksi selanjutnya. Selain dikarenakan tidak memenuhi kualifikasi, sebagian karena proses pembuatan CV yang asal-asalan.

Nah, agar kemungkinan Anda di panggil untuk masuk seleksi selanjutnya, maka jangan lakukan kesalahan-kesalahan dalam membuat CV seperti berikut ;

Berikut adalah 6 kesalahan fatal dalam membuat CV, lengkap dengan solusinya.

Cekidot ;

#1. CV Anda terlalu panjang dan berbelit-belit

CV yang ideal cukup 1 lembar, atau paling banyak 2 lembar. Jika lebih dari 2 lembar itu sudah terlalu banyak.. Hal ini tentu saja tidak baik untuk CV Anda. Karena CV yang terlalu panjang  tidak akan efektif, dan saya jamin tidak akan dibaca seluruhnya oleh pihak rekrutment.

Bayangkan saja jika Anda sebagai pihak rekrutmen, banyak aplikan / pelamar kerja yang melamar. Tidak mungin untuk membaca satu demi satu setiap CV calon karyawan.

Kesalahan membuat curicullum vitae (CV)

Jika ada 1000 pelamar, dan pihak rekrutmen harus membaca satu persatu, dan masing masing lebih dari 2 halaman. Total ada sekitar lebih dari 3000 halaman mereka harus baca.

Maka sebagai pelamar, kita harus tahu persis hal tersebut. Sehingga kita bisa menyusun strategi dalam membuat CV yang efektif.

Nah,  oleh karena itu syarat CV yang bagus adalah ringkas dan menggambarkan kelebihan-kelebihan Anda.

Cukup buat CV maksimal 2 lembar, kalau bisa cukup satu lembar, agar pihak rekrutmen membaca dengan singkat dan jelas.

Maksimal cukup 2 lembar ;

  1. Lembar pertama biasanya berisi ringkasan semua informasi penting yang ingin Anda pamerkan. Biasanya berisi informasi yang berkaitan secara langsung dengan posisi yang Anda lamar.
  2. Pada lembar kedua berisi informasi-informasi tambahan untuk mendukung informasi utama pada halaman pertama.

#2. Tidak memulai membuat CV dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan Anda

Tojolkan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki pada paragraf awal. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh para aplikan kerja adalah membuat CV namun tidak dimulai dengan mengungkapkan kelebihan Anda.

Seperti yang sudah di uraikan sebelumnya, pihak rekrutmen biasanya hanya membaca sekilas dan dibagian awal saja.  Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membaca Cvanda secara lengkap. Solusinya, tulis kelebihan-kelebihan Anda pada awal.

Tujuannya agar pihak rekrutmen membaca potensi dan kemampuan Anda, sehingga kemungkinan untuk lolos pada tahap selanjutnya terbuka lebar.

Jangan menguraikan hal-hal yang tidak terlalu penting. Hal ini akan membuat pihak rekrutmen tidak tertarik dengan CV Anda.

Begini ;

Seorang rekruter sama seperti kita, manusia biasa, mereka tertarik dengan hal-hal yang menarik mereka terkait lowongan pekerjaan yang mereka buka.

Sama seperti kita saat membeli produk, yang Anda cari pasti kualitas produk tersebut, yang anda tanyakan kepada penjual pasti tentang kualitas,  apa pembeda dengan produk lainya, baru kemudian menyanyakan hal lain.

Pun demikian dengan CV,  Piahak rekrutmen akan melihat kelebihan, pembeda dan kualitas Anda yang membedakan dari yang lain.

Solusi terbaiknya begini ;

  • Memulai sebuah CV dengan mengungkapkan keunggulan-keunggulan Anda
  • Buat keunggulan-keunggulan yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar.
  • Tulis di awal CV dengan kalimat ringkasan dari pengalaman, prestasi dan pencapaian Anda, baik di pekerjan sebelumnya atau pencapaian akademis saat menempuh pendidikan.

Contoh sederhana kalimat pembuka CV yang menarik ;

Saya seorang yang berpengalaman di bidang pemasaran, mengenal betul strategi pemasaran online dan sudah berpengalaman lebih dari 6 tahun.

Kalimat lugas tersebut akan membuat pihak rekrutment tertarik melanjutkan membaca CV dan melihat kelebihan-kelebihan Anda yang lain.

#3. Kesalahan selanjutnya adalah memasukkan semua informasi yang tidak relevan (Overload Information)

Yah, menjelaskan dengan sedetail detailnya memang bagus, tapi bukan di CV, CV hanya berfungsi memberikan informasi terpenting dari diri Anda. Ingat, bukan detail informasi lho yah.

Meskipun informasi yang Anda tuliskan relevan, tapi tidak perlu semua informasi Anda tuliskan,. Cukup gambaran besar.yang penting-penting saja.

Contohnya ;

  • Riwayat pendidikan Anda ( dari TK, sampai lulusan SMA )catat ya, hal ini tidak terlalu penting bagi tim rekrutmen.

Yang penting bagi mereka adalah ;

  • Soft skill Anda
  • Hard skill dan kompetensi Anda
  • Pengalaman Anda dalam bidang terkait
  • Pencapaian Anda (seperti prestasi dan penghargaan)

Sekali lagi, Agar CV anda menarik dan dibaca bagian HRD perusahaan, berikanlah informasi yang  relevan dengan lowongan pekerjaan  di CV Anda.

Begini solusi untuk meminimalisir kesalahan ini ;

Tulis prestasi dan pencapaian yang pernah Anda dapatkan, baik di perusahaan sebelumnya atau pencapaian saat Anda masih menempuh pendidikan.

Tulis kompetensi utama Anda dengan jelas, misalnya Anda seorang ahli pemasaran, maka tulis dan tonjolkan keahlian Anda dalam pemasaran.

#4. Salah menulis alur pengalaman kerja, Anda menuliskan Pengalaman kerja dari yang Awal, seharunya dari yang paling akhir menuju ke yang paling awal

CV bukan sebuah cerpen dengan alur maju, CV  lebih efisien dibuat dengan alur muncur, menceritakan dari yang akhir menuju ke yang awal.

Kesalahan pelamar kerja yang belum berpengalaman adalah menuliskan pengalaman kerja mereka dari awal mereka bekerja sampai pekerjaan terakhir mereka.

Ini kesalahan, akan lebih baik Anda menceritakan pengalaman pekerjaan dari pekerjan terakhir yang Anda duduki sampai pekerjaan pertama Anda.

Kenapa harus demikian ;

Tim rekrutmen akan menerima Anda sebagai karyawan berdasarkan pengalaman pekerjan terakhir Anda.

Jika Anda menuliskan dari awal hingga akhir, pihak rekrutmen tidak akan tertarik dan akhirnya malas membaca CV yang sudah Anda buat.

Saya berikan Contoh ;

No Perusahaan Posisi Tahun Bekerja
1 PT. Lion, Tbk Head Manajer 2017
2 PT. CV Terbaik Selalu Manajer 2014
3 PT. Curicullum Vitae Marketing Analis 2009
4 PT. Rekrutmen, Tbk Marketing 2005

#5. Anda menjelaskan apa yang sudah Anda lakukan, Harusnya menjelaskan hasil yang sudah Anda kerjakan

Proses penting, tapi hasil lebih penting.

Ingat, kita bukan sedang berfilosofi, Kita sedang bicara tentang sebuah perusahan komersil yang mengedepankan kinerja dengan target utama profit atau keuntungan.

Jadi ceritakan pengalaman kerja Anda, dan fokus pada orientasi pencapaian Anda. Bukan menuliskan pada proses Anda mencapai pencapaian tersebut.

Di CV Anda bukan untuk bercerita, melainkan menjual prestasi prestasi Anda agar meyakinkan pihak HRD untuk menerima Anda bekerja di posisi tertentu pada perusahan tersebut.

Biasanya Anda terjebak pada menguraikan pengalaman terkait hak dan kewajiban di perusahaan sebelumnya, bagaimana disana bekerja, suasana tim dan lainnya.

Anda hanya menuliskan daftar aktivitas yang telah dilakukan di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Dan ini tidak penting, dan sebuah kesalahan.

Saya contohkan saja ;

Anda menceritakan tentang ;

Saya bertanggung jawab terhadap penjualan produk…..

Saya bertugas membuat laporan keuangan…..

Saya menjadi bagian dari i tim……pada perusahaan tersebut

Saya bertanggung jawab memastikan jalannya produksi…….

Jika Anda hanya menuliskan CV seperti di atas maka pihak HRD tidak akan tertarik sama sekali membaca CV anda lebih dalam.

Catat ;

Yang ingin dilihat dari tim rekrutmen  adalah  hasil karya Anda, hasil kerja  nyata Anda, bukan deskripsi job desc dari pekerjaan lama Anda.

Contoh yang benar begini ;

Jawaban Anda menyertakan hasil atau karya Anda

Saya telah berhasil meningkatkan penjualan perusahaan dari Rp 400 miliar menjadi Rp 510 miliar di tahun 2018 kuartal 2 kemarin.

Saya telah sukses  menurunkan annual turn over rate karyawan dari 18% menjadi 12%, dan ini membantu perusahaan untuk terus produktif.

Saya dan tim Berhasil menurunkan komplain dari pelanggan sekitar i 2.000 per tahun menjadi hanya 500 pertahun

Tim yang saya pimpin berhasil menurunkan waktu pembuatan laporan tahunan dari 3 bulan menjadi 1 bulan.

Nah, dengan menuliskan prestasi-prestasi tersebut akan menarik tim rekrutmen untuk meloloskan Anda pada seleksi administrasi.

#6. Tidak taat dengan format CV yang di syaratkan perusahaan

Ini sangat sederhana sebenarnya, masalah yang sering terjadi adalah pada format CV. Saking kreatifnya Anda membuat CV, Anda sampai mengabaikan persyaratan yang diberikan perusahaan.

Contoh yang sering terjadi ;

Perusahaan mensyaratkan maksimal CV 3 halaman, namun Anda membuat 5 halaman.

Tim rekrutmen mensyaratkan membuat CV yang  bersih dan enak di baca, Namun Anda menulis CV penuh warna warni

Perusahaan memberikan batasan terkait deskripsi pendidikan, namun Anda dengan lancangnya membuat CV yang penuh sesak dengan deskripsi pendidikan dan kursus-kursus yang tidak penting.

Solusinya adalah mengikuti setiap intruksi yang diberikan, lakukan improvisasi pada bagian-bagian yang memang butuh improvisasi, misalnya seperti yang sudah di ulas di atas.

Kesimpulan

Rangkaian melamar pekerjaan biasanya adalah ;  Membuat CV = > membuat surat lamaran kerja = >  psikotes = >  wawancara kerja = > diterima kerja

Dalam membuat CV, pastikan terlebih dahulu Anda membaca aturan yang disyaratkan perusahaan., setelah itu ikuti setiap tahap-demi tahap pembuatan cv yang baik. Jangan lakukan kesalahan yang sudah di uraikan di atas.

Loading...