Karyawan vs Pengusaha? Semua Akan Menjadi “Karyawan” Pada Waktunya

Saya Karyawan, lalu kenapa ?

Jika kita mengartikan karyawan dalam arti “jaman dulu” bahwa karyawan harus berangkat pagi, harus bekerja di kantor, pulang malam.

Ini ulasan versi jaman dulu ya;

Dalam banyak seminar-seminar tentang enterpreneur, membandingkan antara karyawan dan pengusaha seolah menjadi nilai jual yang cukup ampuh. Padahal biasa saja, mereka melihat dua profesi ini dalam kacamata masa lalu sebelum internet datang dan mengubah segalanya.

Ditambah media mengemasnya, seolah begitu mudah dan menyenangkannya menjadi pengusaha. Akh..media juga sama jadulnya..

Oke tapi tidak apa-apa, kita bahas saja tentang seminar itu….

Jaman dulu begini…

Apapun jalan yang mereka lalui, Anda baru melihat kesuksesan mereka dari luar, namun tidak melihat bagian utuh dari proses panjang mereka.

Jika sekarang  Anda karyawan, lalu kenapa ?

…ingat ini pengertian karyawan pada tempoe doeloe…

Tahukan Anda bahwa dari dua sisi yang bertentangan Karyawan vs pengusaha tersebut ada banyak hal yang masih masif tersembunyi .

Nanti akan saya bahas..

Sebelumnya,,

Sebut saja tulisan ini curahan hati saya pribadi, bisa membuat Anda semakin pening atau justru tercerahkan. Terus terang saja,  pada artikel ini saya akan membela kaum pekerja yang sering menjadi bulan-bulanan, dari berbagai konteks fakta yang ada di negeri ini.

Oke,

saya tidak munafik,

saya pernah terjerumus dan terjelembab pada pilihan “Resign”, vokal mereka para pengisi seminar memang luar biasa, berhasil masuk  pada alam bawah sadar, dan akhir-akhir ini baru saya sadari itu adalah jebakan ‘batmen’.  Seolah pengusaha lebih baik dari karyawan.

Tentu Anda tahu maksud saya, memilih resign dari “pekerjaan prestis”  lalu memutuskan memilih menggeluti dunia enterpreneur.

Tapi bukan berarti saya gagal jadi enterpreneur lho..hehe..,

Jangan menjudge saya gagal dalam bidang enterpreneur ya, sehingga sebagai aksi balas dendam saya menulis tulisan ini. Nanti rekan-rekan kerja saya dulu tepuk tangan atau malah tepuk kaki kegirangan..wkwkw.

Gini-gini saya punya usaha yang bisa buat makan sehari-hari…hehe..

Begini,

Coba kita jawab dahulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Anda itu orang dengan kriteria yang mana? Suka ketidakpastian atau suka kepastian ?..kalau wanita saya jamin suka kepastian…apalagi masalah jodoh..he..

Anda yakin akan sukses dengan konsep bisnis yang akan Anda jalankan dan yakin memutuskan  berhenti menjad  karyawan ? Jangan jangan konsep bisnis Anda masih mentah..seperti yang saya alami beberapa tahun lalu..

Apakah Anda sudah cukup ilmu dan pengalaman?

Siapkah dengan kemungkinan terburuk ?

Ingat baik-baik, Menjadi pengusaha tidak semudah yang terlihat, atau semerdu yang didengung-dengungkan ..

Jika Anda memiliki kemampuan di bawah ini, maka Anda akan sukses menjadi pengusaha, jika tidak urungkan niat Anda.

Seorang pengusaha mempunyai visi dan misi yang brilian, ide dan gagasan yang cemerlang, Manajemen waktu yang luar biasa,  berani mengorbankan waktu bersama keluarga dan mengemban tanggung jawab yang besar terhadap apa yang sudah dimulai.

Di balik 10 pengusaha sukses negeri ini, ada 100 pengusaha lain yang tidak pernah berhasil dalam menjalankan usahanya. Di belakang mereka, ada lagi 100 pengusaha yang belum mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya. Di belakang mereka ada lagi 100 pengusaha lainnya dengan proposal bisnis yang belum selesai dan tertutup debu di laci. Dan di balik setiap dari mereka ada 100 orang yang bermimpi suatu hari dapat menjadi seorang pengusaha. @MuhammadAssad (Kompas.com)

Anda masih ingin menjadi pengusaha ?

Oke,

Kita mundur ke 3 tahun lalu,2013/2014 2016 dan 2017…berapa jumlah pengusaha yang sukses..

Pada tahun 2016-2017, jumlah pengusaha di indonesia  sekitar 3,1 persen dari total penduduk indonesia yang mencapai  lebih dari 250 juta jiwa, atau sekitar 7,8 juta orang, tahun 2013-2015 1,6 persen total penduduk indonesia.

Apa artinya,

Tentu ada positif dan negatifnya,

Jumlah pengusaha di Indonesia sedang menunjukan peningkatan,

Dengan bertambah prosentase pengusaha dari tahun ke tahun, semakin banyak pesaing Anda. Artinya Anda harus mempersiapkan rencana bisnis yang inovatif dan revolusioner.

Meskipun mengalami peningkatan, tapi prosentasenya masih sangat kecil, 3,1 persen dari 250 juta penduduk. Artinya baru 3,1 % saja yang sudah sukses menjadi pengusaha.

Apa anda siap menjadi 3,1 % dari 250 juta jiwa di tahun berikutnya ?. Kalau dihitung, pertumbuhan pengusaha selama 3 tahun terakhir hanya 1-2 persen saja. Itu bisa kita artikan masyarakat indonesia belum berminat, atau berminat dan sudah mencoba namun gagal.

Apa Anda siap ?

Jika belum punya sumber daya, dan nekad, Anda harus siap berdarah-darah.  Meskipun memiliki modal , masih banyak faktor-faktor yang harus dipersiapkan dengan cermat.

Bagaimana yang paling aman?

Amankan kondisi finansial Anda terlebih dahulu,  belajarlah dulu dari perusahaan besar, jadilah karyawan yang berprestasi, gali ilmu sebanyak mungkin dari perusahaan tersebut. Lihat manajemen bisnisnya, lihat bagaimana mereka bekerja, pelajari sistemnya.

Jadilah karyawan berperstasi !..titik..

Buat apa resign bekerja, namun usaha yang dijalankan masih kecil-kecilan dengan pendapatan yang tidak lebih besar saat menjadi karyawan.

Kalaupun ingin mencoba usaha kecil-kecilan, Anda bisa tekuni sambil Anda menjadi karyawan. Kalau masalahnya fokus dan waktu yang terbatas, Anda bisa menyisihkan sebagaian gaji Anda untuk mulai membangun sistem  dari usaha Anda.

Nah, jika memang pendapatan dari bisnis sudah mulai melebihi penghasilan Anda sebagai karyawan, Anda siap untuk memutuskan resign bekerja.

Mari kita coba hitung-hitungan :

Jika Anda menjadi pengusaha, Anda tidak akan mendapatkan fasilitas seperti jaminan kesehatan, jaminan pensiun, tunjangan dan gaji pokok tetap setiap bulan. Berbeda dengan karyawan.

Siapa bilang menjadi pengusaha memiliki quality time dengan keluarga lebih lama ? Anda harus memikirkan bagaimana mengembangkan bisnis, mengelola bisnis. Dan proses mendapatkan pasif income yang masif butuh waktu dan perjuangan berdarah-darah. Kalau Anda hanya modal nekad, Anda sama saja bunuh diri.

Pengertian karyawan yang menjadi perdebatan sekarang adalah arti karyawan pada masa lalu, atau lebih tepatnya sejak internet belum ada, karena sekarang sebutan karyawan itu lebih bersahabat..hehe

Karyawan itu tidak harus berangkat pagi, bekerja dikantor dan pulang larut malam.

Karyawan macam apa ini ?

Oke, sebelumnya, mari kita definisikan 3 istilah penting

Karyawan

Seseorang yang menghabiskan waktu bekerja pada sebuah perusahaan.  Ada tiga komponen penting untuk mendeskripsikan apa itu karyawan.

Waktu,

Pekerjaan,

Dan badan atau perusahaan.

Bayaran,

Itulah kenapa ada istilah lembur, atau waktu lebih di luar jam kerja yang diberikan oleh karyawan pada perusahaan, dan kemudian perusahaan membayar waktu lebih tersebut sebagai uang lembur.

Self-Employed

Selain istilah karyawan atau pengusaha, ada satu istilah Self-Employed. Adalah seseorang yang dibayar atas keahlian dan skill yang dimiliki. Misalnya seorang designer akan dibayar akan desainya. Lebih penting pada produknya bukan pada waktunya, meskipun misalnya konsultan di bayar perjam, namun skill adalah yang utama.

Pengusaha/ enterpreneur

Pengusaha adalah konseptor ulung, kalau dalam istilah musik adalah orkestormemiliki dan memanfaatkan  skill, dan uang orang lain atau pribadi, mengelolanya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi masyarakat yang kita sebut sebagai produk.

3 definisi tersebut adalah hasil serampangan pemikiran pribadi, untuk lebih jelasnya, Anda bisa mencarinya diliteratur yang lebih formal., meskipun mungkin literatur yang sifatnya “batu”..hehe

Di luar konteks pengertian dalam buku-buku formal, ketiga istilah tersebut menjadi memiliki pengertian kabur.

Entah ini karena semakin sulit membedakan ketiga istilah tersebut, entah karena begitu banyak informasi yang kabur di jaman yang serba maya. Sehingga muncul peranakan kata yang menginduk pada tiga istilah di atas.

Misalnya :

Jika Anda ingin jadi pengusaha sehingga bebas mengatur waktu Anda?  Toh,sekarang seorang karyawan juga bisa bekerja dari rumah atau dari mana saja.

Jika Anda memiliki keahlian yang baik, Anda bisa mendapat client sesuka hati Anda. Tanpa harus melamar ke sana-ke mari. Anda bisa lakukan dari rumah dengan memanfaatkan internet.

Saat profesi Anda sudah tergantung dengan internet, ketiga istilah di atas menjadi tidak memiliki relevansi yang jelas.

Pertama , karyawan tidak selalu bekerja di kantor, berangkat pagi dan pulang sore hari.  Ke depan, setiap perusahaan bisa mempekerjakan setiap karyawan berdasarkan skillnya. Perusahaan mengelola perusahaanya melalui komunikasi digital.

Perusahaan akan menghemat biaya sangat besar, karena karyawan tidak lagi datang ke kantor, menghabiskan listrik kantor, pulsa wifi, atau membayar tukang sampah untuk membuang sampah.

Tentu hanya pada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang bisa dikerjakan dengan pola tersebut. Bukan berarti tukang-bersih-bersih kantor bisa bekerja dari rumah, teknisi seperti teknisi mesin dan lainya yang tidak bisa dikerjakan secara remote.

Kita akan menemukan sudut pandang baru

Apa yang dicari, lalu apa yang harus dikerjakan untuk mendapatkan apa yang kita cari. Istilah karyawan dan pengusaha lambat laun akan kabur seiring dengan bangkitnya model bisnis dan sitem-sistem terbaru.

Semua itu hanya sebuah kendaraan sementara untuk berhenti dan menemukan kendaraan yang baru.

Bahwa pada akhirnya kita semua akan menjadi karyawan, apalagi jika menyangkut internet dan teknologi. Dan lihat, sekarang apa saja dengan internet ..

Bangkitnya Pebisnis Model Baru

Ini semua gara-gara internet..

Seperti yang sudah saya ulas sebelumnya, kita akan menemukan sudut pandang tentang dunia yang baru. Istilah karyawan atau pengusaha hanya contoh saja.

Internet dan teknologi menunjukan dominasinya, yang awalnya hanya sebagai media komunikasi dan mempermudah, kini internet membuka peluang-peluang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Internet menciptakan peranakan bisnis baru di dunia enterpreneur. Istilahnya Solopreneur. Artinya suatu saat orang akan memulai dan menjalankan bisnisnya sendiri.

Apa saja yang akan berubah, ini prediksinya :

Tim marketing dan sales berganti menjadi layanan advertising.

Komisi dan bonus penjualan berganti menjadi komisi affiliate marketing.

Karyawan berubah menjadi tim freelancer yang tersebar di seluruh dunia dan di bayar per projek.

Jaman istilah pengusaha atau karyawan hanya akan menjadi jaman batu layaknya manusia purba kini… demikian logikanya..

Pengusaha atau enterpreneur  yang membutuhkan  leadership yang tinggi, bisa memotivasi tim, memanajemen waktu, finansial, keuangan, perlahan-lahan berubah menjadi pengusaha yang lihai membaca data dan menggunakan aplikasi-aplikasi canggih, serta piawai berkomunikasi melalui sosial media.

Ingat, dan bila perlu catat paragraf berikut…

Tahukah Anda bahwa sekarang tren tersebut sudah mulai terjadi di mana-mana. Mereka mampu bekerja efektif dan efisien, hanya berbekal kurang dari 5 freelancer, mereka mampu menghasilkan jutaan dolar pertahun.

Apa yang mereka lakukan, seperti yang sudah saya tulis di atas.

Semua akan otomatisasi pada waktunya,  dan semua akan menjadi karyawan pada waktunya, dan semua bisa menjadi pengusaha pada waktunya.

Kita ambil contoh perusahaan wordpress, mereka hanya bekerja dengan kurang dari 200 karyawan dan tersebar di lebih dari 150 kota. Artinya apa, mereka menunjukan efektifitas dan efisiensi konsep bisnis dan bekerja menggunakan model baru.

Ini hanyalah ulasan singkat dari apa yang sedang terjadi di dunia, dan kita Indonesia masih berkutat dengan konsep karyawan dan pengusaha.  Anda harus ingat, dengan berkembangnya internet dan teknologi akan lahir model-model bisnis baru. Akan tercipta tatanan baru, muncul istilah istilah baru untuk mengcover istilah lama yang sudah tidak relevan.

Demikian Karyawan vs Pengusaha ? Semua Akan Menjadi Karyawan Pada Waktunya

Salam,

Terkait :