9 Jenis Motivasi Kerja yang Umum Karyawan Miliki, Kamu yang Mana?

Apakah anda seorang karyawan? Jika iya, anda adalah satu dari puluhan bahkan ratusan juta karyawan di negeri ini. Anda dan mereka pasti memiliki berbagai motivasi kerja bukan?

Tentu saja, setiap pekerjaan membutuhkan motivasi dan beberapa motivasi tersebut bahkan tidak terbayangkan oleh anda.

Saya pribadi sudah lebih dari 8 tahun pernah menggeluti dunia karyawan. Pernah menjadi pramuniaga di toko buku terbesar di Indonesia, asisten dosen sewaktu kuliah, bekerja sebagai karyawan kantoran di perbankkan, sampai mencicipi menjadi abdi pemerintah.

Dengan berbagai profesi yang pernah saya tekuni. Semua profesi tersebut memiliki motivasi kerja yang berbeda-beda, meskipun secara umum memiliki pola yang sama.

Apa saja ?

Berikut saya rangkumkan motivasi kerja yang biasa karyawan miliki, ini berdasarkan pengalaman saya dengan berbagai profesi yang pernah saya duduki.

Oke, saya akan membagi menjadi 2 latar belakang utama, 1 (harta, Tahta dan kesengangan) 2 Rasa tanggung jawab.

(1) Karena harta, tahta dan kesenangan) poin 1- 5

#1. Motivasi agar terjamin secara finansial dengan gaji bulanan

Ini adalah motivasi kerja yang paling banyak digunakan untuk memotivasi dan memberikan semangat dalam pekerjaan.

Memiliki gaji setiap bulan tentu akan memudahkan dalam hidup. Karena prinsip kebahagiaan dalam hidup salah satunya adalah finansial. Fasilitas dalam mempermudah kehidupan hampir 80% di dapat saat kita memiliki uang.

Dan gaji bulanan akan membantu memenuhi kebutuhan hidup yang di dambakan. Dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder sampai kebutuhan tersier.

Misalnya :

Kebutuhan primer : Membeli kebutuhan sehari hari seperti makan dan minum, sandang dan papan.

Kebutuhan sekunder : Membeli kebutuhan pakaian bagus, memiliki rumah impian.

Kebutuhan tersier : Membeli mobil mewah, atau kebutuhan untuk jalan-jalan dan memanjakan diri. Memenuhi kebutuhan hobi dan lain sebagainya.

motivasi kerja

Jenis Motivasi agar terjamin secara finansial dengan gaji bulanan, motivasi ini akan membuat anda semakin semangat bekerja ketika anda mendapatkan imbalan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang anda miliki.

Kekuranganya adalah anda tidak akan semangat bekerja lagi ketika tidak ada imbalan uang. Artinya motivasi bekerja menurun berdampak pada kinerja anda dalam bekerja karena prioritas anda adalah imbalan gaji bulanan.

#2.  Ingin memiliki jabatan yang didambakan dalam karir

Bukan hanya sekedar bekerja dan menyelesaikan tugas harian. Karyawan dengan motivasi ini akan mendedikasikan setiap pekeraan dengan push of limit, artinya mereka bekerja dan mengeksplor lebih dari 100% kemampuan yang dimiliki.

Kenapa?

Karena mereka harus menjadi individu yang lebih baik dari komunitasnya. Dengan jabatan yang diincar maka mereka akan senantiasa meningkatkan kemampuan dan skill yang sudah dimiliki untuk mendukung karier.

Misalnya : meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, cara berkomunikasi, mengelola keuangan dan emosional.

Tanpa sadar, dengan memiliki motivasi ini anda akan dipaksa bersaing dengan rekan kerja, menjadi yang terbaik di antara teman-teman kantor, memiliki ide-ide terbaik dan akhirnya akhirnya akan menjadi staf yang unggul dari segi apapun.

Dengan demikian anda akan meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan di perusahaan tersebut. Anda pun akan menaikan produktivitas perusahaan tempat anda bekerja. Hal ini juga akan berguna jika anda mencari pekerjaan lain saat dirasa anda sudah cukup di perusahaan sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai hal.

#3. Motivasi memberikan buah karya terbaik

Apakah ada seorang karyawan yang bekerja demi sebuah karya? Tentu ada.

Karyawan ini memiliki motivasi utama memberikan kemampuan terbaiknya dan karya terbaiknya. Bukan gaji atau karier yang menjadi hal utama, tipe ini akan menghayati makna pekerjaan yang dijalani.

Bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dikerjakan. Ini adalah tipe motivasi yang sangat jarang dimiliki oleh seorang karyawan. Memposisikan disi bukan sebagai pekerja atau buruh yang dipekerjakan, mereka menghayati pekerjaan sehingga mereka bisa memberikan karya terbaiknya untuk perusahaan.

#4. Belajar dan mencari pengalaman

Motivasi belajar yang tinggi dan mendapat pengalaman. Tidak semua karyawan bekerja untuk mendapat gaji atau karier yang bagus. Ada beberapa yang ingin belajar dan mencari pengalaman.

Biasanya mereka memiliki pemikiran jangka panjang yang komplek, misalnya ingin belajar menjadi karyawan sebelum membangun perusahaan, belajar bagaimana SOP di sebuah perusahaan berjalan, bagaimana sistem pengaturan dan struktur sebuah perusahaan, atau belajar bagaimana sebuah perusahaan menjadi sukses.

Selain alasan di atas,

Mencari pengalaman  biasanya dijadikan motivasi oleh mereka yang baru lulus dan baru bekerja (fresh graduate). Misalnya mereka sedang mencari pengalaman sebagai staf keuangan, staf administrasi.

Motivasi ini biasanya untuk karyawan yang masih dalam proses magang, honorer atau training. Dengan pengalaman yang di dapat mereka akan memiliki kelebihan saat mereka mencari pekerjaan yang lebih baik.

#5. Menjadikan pekerjaan sebagai hobi

Bayangkan, apa yang anda kerjakan adalah hobi anda, dari hobi anda anda di bayar. Ini bukan omong kosong, nyatanya motivasi karena hobi akan membuat anda semangat dalam bekerja berkali-kali lipat. Melakukan pekerjaan dengan rasa cinta, sesulit apapun pekerjaan akan terasa mudah dan menyenangkan.

Jangan bekerja hanya untuk menyelesaikan kewajiban atau hanya mencari uang, Karena bila Anda hanya mencari uang dan kewajiban akan terasa berat dan tidak akan menyenangkan dalam bekerja.

(2) Rasa Tanggung Jawab poin 6-9

#6. Motivasi keluarga di rumah

Motivasi keenam ini lebih spesifik, meskipun sudah sedikit disinggung di atas, namun pada poin ini akan lebih di perdalam. Karena kenyataanya bagi yang sudah berkeluarga, motivasi untuk menghidupi keluarga menjadi hal yang utama.

Mengingat keluarga istri, anak di rumah bisa membuat motivasi bekerja meningkat. Berusaha tidak mengecewakan mereka. bekerja dengan penuh semangat, saat menemukan titik kejenuhan, ingatlah bahwa mereka adalah alasan anda bekerja.

Buktikan bahwa anda adalah seseorang yang bertanggung jawab pada keluarga. Buktikan pada mereka, bahagiakan mereka dengan akan hal tersebut. Bahwa apa yang anda lakukan akan berpengaruh pada keluarga anda di rumah.

Berikan teladan dan contoh pada anak-anak anda. Jika belum berkeluarga, orang tua adalah alasan dan semangat dan motivasi terbesar anda dalam bekerja.

Bekerja dengan semangat untuk berbakti kepada orang tua atau membahagiakan anak dan istri di rumah.

#7. Bekerja karena ibadah

Gaji, jabatan dan pengalaman adalah nomor sekian dan ibadah adalah yang utama. Bekerja adalah ibadah, mampu menafkahi keluarga, dengan gaji bulanan mampu bermamal dan membantu orang yang kesusahan. Bagi mereka, bekerja adalah kewajiban dan merupakan ibadah.

Tidak terlalu memikirkan jabatan karier atau gaji yang tinggi, selama itu halal maka akan lebih diutamakan. Bekerja dengan penuh kejujuran.

#8. Mengingat cita-cita terbesar Anda

Tanggung jawab pada masa depan,

Bekerja adalah salah satu jalan meraih cita-cita dan tujuan kita dalam kehidupan. Terlepas dari apa tujuan dan cita-cita anda, bekerja akan menghasilkan uang, dan uang akan mendukung apa yang anda cita-citakan.

#9. Hindari hal yang bisa merusak semangat kerja

Cari hal apa yang membuat semangat anda menurun dalam bekerja. Misalnya malas bekerja karena jarak dari rumah dan kantor yang terlalu jauh atau kemacetan di jalan. Cari solusinya, misalnya dengan mencari kos yang dekat dengan kantor dan berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan.

Kesimpulan, setiap karyawan memiliki motivasi kerja berbeda-beda. Namun, jika kita mampu untuk menggali motivasi terbesar kita dalam bekerja, saya jamin, semangat kerja akan terus terpupuk, dan kita akan terus termotivasi dalam bekerja.

Terkait :