10 Ciri-Ciri Pemimpin yang Tidak Baik Bahkan Buruk

Menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, ada tanggung jawab sera tugas lain yang harus diemban sehinggia Ia bisa berhasil mendapatkan predikat pemimpin terbaik. Karena itulah, tidak semua orang mampu dan mau mengemban amanah ini.

Menjadi pemimpin pun bukan serta merta memimpin diri sendiri tetapi harus memimpin banyak orang dengan sifat dan karakter yang tentu saja berbeda-beda.

Namun, pada kenyataannya ada pula seseorang yang sanggup menjadi pemimpin tetapi tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga Ia mendapat predikat sebagai pemimpin yang tidak baik.

Jika salah satu ciri pemimpin baik adalah dapat dipercaya, lantas apa saja ciri-ciri dari pemimpin tidak baik? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Ciri pemimpin yang buruk

Mengenal Ciri-Ciri Pemimpin yang Tidak Baik

1. Pemimpin Anti Kritikan dan Anti Memberikan Pujian

Pemimpin memang bukan manusia sempurna dimana setiap kebijakan atau aturannya pasti ada yang tidak sesuai dan kurang.

Karena agar kebijakan atau aturan tersebut bisa berjalan dengan baik perlu masukan dan kritikan dari bawahannya.

Pemimpin yang baik pastinya akan bisa menanggapi kritikan dan saran tersebut dengan bijak. Ia akan menjadikan kritikan dan saran tersebut sebagai evaluasi dan pembenahan terdiri ketika ia memimpin.

Baca juga : 13 Tips Menjadi Pemimpin yang Disukai Bawahan

Tentunya, akan sangat disayangkan pula jika pemimpin tidak mamu menerima kritikan tersebut. Karena bila memimpin sesaui kehendakanya tanpa memperhatikan sekitar maka aturan tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Terlebih jika tindakan pemimpin tersebut sampai ‘’menghukum’’ orang yang selalu memberikan kritikan. Jika hal itu sudah terjadi, maka aturan tentang bebas berpendapat pun dipertanyakan.

Selain anti kritik, ada pula pemimpin yang jarang memberikan pujian kepada bawahnnya.

Pujian itu terkadang perlu diberikan kepada seseorang untuk bisa memotivasi mereka lebih baik lagi. Dan yang terpenting adalah sebagai bentuk apresiasi dari pemimpin kepada bawahnnya.

2. Pemimpin yang “Tukang Perintah”

Kodrat seorang pemimpin memang untuk memberikan perintah kepada bawahannya. Agar tujuan yang telah disepakati bersama bisa tercapai dengan baik.

Baca juga : 10 cara menjadi pribadi berwibawa

Namun memberikan perintah dengan seenaknya tanpa arahan yang jelas pun akan menjadi boomerang bagi pemimpin itu sendiri.

Ia akan dicap sebagai pemimpin yang tidak baik, dimana perintah yang diinstruksikan pun tidak baik dan semena-mena terhadap bawahannya.

Seorang pemimpin yang hanya bisa memerintah saja, biasanya tidak akan mau untuk terjun ke lapangan melihat situasi dan kondisi.

Padahal bawahannya sangat mengharapkan pemimpin tersebut bisa terjun ke lapangan sebelum memutuskan kebijakan.

Bila hal ini tidak diubah, maka lama-kelamaan bawahannya pun akan meninggalkan pemimpin tersebut. Atau bisa jadi menjadi terjadinya pemberontakan karena hal tersebut.

3. Pemimpin yang Tidak Konsisten

Mengambil keputusan yang tepat memang tidak mudah. Perlu banyak pertimbangan sebelum memutuskan sebuah aturan.

Pada dasarnya, setiap bawahan akan mematuhi aturan atau keputusan karena percaya bahwa hal tersebut akan sangat baik.

Namun, akan sangat berbeda jika kebijakan tersebut dikeluarkan dengan tidak konsisten dan penuh keraguan.

Jika pemimpinnya pun seperti itu, maka sudah bisa ditebak bukan bagaimana bawahannya akan menanggapi hal kebijakan tersebut?

Pemimpin yang tidak konsisten dalam mengambil keputusan, selain akan berakibat buruk pada karyawan itu sendiri, tentunya akan menghambat pula tercapainya tujuan sebuah negara/organisasi/ perusahaan.

Keputusan yang tidak konsisten pun akan membuat kredibilitasnya jatuh sehingga bawahannya pun tidak akan mempercayainya lagi.

Maka dari itu, diperlukan pertimbangan yang matang dalam memutuskan sebuah kebijakan serta yakin dengan resiko yang akan diambil.

4. Pemimpin yang tidak bijaksana

Bijaksana adalah salah satu karakter yang melekat bagi seorang pemimpin. Banyak indikator yang menjadikan seorang pemimpin dikatakan bijaksana. Seperti amanah dalam jabatan yang di miliki, bertanggung jawab, pemaaf, dan juga bersahaja.

Pemimpin yang bijaksana akan bisa memperlakukan bawahannya sesuai denagn karakter masing-masing.

Walaupun pada kenyataannya, memang tidak mungkin setiap orang harus diperlakukan seperti apa yang mereka mau.

Namun yang pasti, seroang pemimpih harus memiliki gaya tersendiri yang dapat diikuti oleh bawahannya.

Jika pemimpin itu tidak bijaksana maka semua akan menjadi kacau balau, bukan hanya soal komunikasi dari atasan ke karyawan ataupun sebaliknya. Tetapi, bisa terjadi antar sesama karyawan yang bisa menimbulkan konflik.

Maka dari itu, sangat diperlukan pemimpin yang bijaksana agar konflik-konflik di atas tidak terjadi.

5. Pemimpin yang Kurang Wawasan dan Tidak Open minded

Modal yang dimiliki seorang pemimpin tidak hanya tegas atau baik saja. Seorang pemimpin pun perlu wawasan yang baik dan bisa berpikir terbuka terhadap hal-hal yang baru disekitarnya.

Wawasan yang dimiliki ini, nantinya untuk bisa memutuskan setiap perkara yang terjadi. Sehingga apapun yang dipimpinnya bisa diterima dengan baik.

Sedangkan sikap open minded ini agar sebuah negara, daerah, ataupun perusahaan yang dipimpinnya bisa mengalami perubahan dan kemajuan yang sesuai dengan zamannya.

Jika seorang pemimpin tidak memiliki wawasan dan kurang open minded, maka bisa disebut sebagai pemimpin tidak baik karena Ia menghambat dan menghalangi apa yang dipimpinnya untuk bisa maju.

Dan yang lebih penting adalah bila sikap ini tidak dimilikinya, maka akan sangat sulit untuk bisa bersaing dengan kompetitornya.

Maka dari itu diperlukan pemimpin yang bisa bergaul untuk menambah wawasannya dan mampu untuk berpikir secara terbuka.

6. Merasa Paling Benar dan Egois

Sifat pemimpin tidak baik selanjutnya adalah merasa paling benar dan egois. Boleh jadi dengan bersikap tersebut bisa meningkatkan harga dirinya.

Tetapi yang terjadi tanpa Ia sadari sikap tersebut bisa membuatnya menjadi pemimpin yang paling benar, angkuh, dan egois.

Pemimpin yang memiliki sifat tersebut tidak akan peduli kepada orang lain. Serta dialah yang berhak untuk melakukan apapun dan selalu membuat kebijakan untuk kepentingannya sendiri.

Ia pun akan merasa paling benar sehingga kritikan dan masukan yang diberikan orang-orang disekitarnya akan dimentahkan begitu saja dan tidak akan ditindaklanjuti.

7. Selalu Melihat Kebelakang dan Tidak Bisa Move On

Ciri berikutnya adalah pemimpin yang selalu melihat kebelakang yang artinya dia hanya mengingat-ingat masa-masa kejayaannya dahulu tanpa melihat perubahan yang ada disekitarnya.

Seharusnya, bila hal tersebut baik bisa dijadikan acuan untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Namun, jika sebaliknya yaitu memiliki pengalaman buruk dan selalu diingat-ingat oleh pemimpin tersebut, maka sudah bisa dipastikan pemimpin tersebut tidak bisa untuk move on membenahi apa yang kurang di masa lalu.

Jika sudah begitu, pempin tersebut akan sulit menerima perubahan zaman yang semakin lama semakin berkembang dengan cepat.

Pemimpin tersebut seharusnya bisa membawa bawahannya untuk sama-sama berlari untuk membawa arah perubahan yang lebih baik.

Bila terus berkaca pada masa lalu, sudah bisa dipastikan kejayaan masa lalunya akan selalu dibanggakan tanpa mau ada perubahan. Ataupun keburukan di masa lalunya akan membuat ia takut melangkah dan mengambil sebuah resiko.

8. Tidak Bertanggung Jawab

Tanggung jawab pun menjadi salah satu ciri yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Tanpa adanya sikap tanggung jawab, sebuah perusahaan pun tidak akan tercapai visi misi serta tujuannya.

Sikap tidak adanya tanggung jawab tersebut lama kelamaan akan membuat perusahaan itu hancur dikarenakan pemimpinnya yang lalai dari sifat ini.

Tidak adanya tanggung jawab pun bisa membuat kepercayaan serta loyalitas orang-orang hilang.

Maka dari itu, jika seorang pemimpin memutuskan sebuah perkara yang perlu dilakukan adalah bertanggung jawab mengawasi kebijakan tersebut hingga benar-benar tercapai visi misinya.

Ataupun jika pemimpin tersebut melakukan sebuah kesalahan, maka pemimpin tersebut harus bertanggung jawab menyelesaikan masalah tersebut hingga benar-benar selesai dengan tuntas.

9. Tidak Mampu Berbuat Adil

Ciri-ciri seorang pemimpin adalah mampu berbuat adil. Hal ini berlaku untuk pemimpin dalam memimpin negara ataupun unit terkecil seperti seorang suami memimpin keluarganya.

Pemimpin yang adil tentunya mampu memberikan sebuah keputusan yang tidak berat sebelah dan semua bawahnnya menerima dengan lapang dada atas keputusan tersebut.

Pemimpin yang adil pun tidak memandang status, organisasi, suku, ras, agama. Maka dari itu setiap kebijakannya harus benar hati-hati dan dipikirkan secara matang.

Adil disini bukan berarti sama rata menentukan kebijakan. Tetapi adil yang dimaksud adalah memberikan sesuatu sesuai dengan kapasitas dan porsinya masing-masing.

Sebagai contoh, seorang Ayah memiliki dua orang anak berusia 15 tahun dan 10 tahun. Seorang ayah yang adil tentunya akan memberikan uang jajan pada anaknya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Jelas saja, anak pertama lebih besar porsinya karena kebutuhannya pun sangat besar.

Nah, analogi di atas diharapkan mampu memhami arti dari pemimpin adil yang sesungguhnya.

10. Tidak Memiliki Perilaku yang Baik

Sudah seharusnya pemimpin itu memiliki akhlak atau perilaku yang baik. Pemimpin tersebut akan menjadi contoh bagi bawahannya.

Walaupun pemimpin itu pintar, kaya, tegas, memiliki ciri fisik yang baik, tetapi bila perilakunya yang buruk tetap saja akan dicap sebagai pemimpin yang tidak baik.

Baca juga : 10 Cara menghadapi BOS yang Galak, Redam Emosi dan Jangan Resign

Boleh jadi ketidak baikannya tersebut akan diikuti oleh bawahannya sehingga ‘’melahirkan’’ orang-orang yang memiliki sikap tidak baik.

Maka dari itu, sebelum memilih pemimpin yang utama adalah lihat terlebih dahulu perilakunya.

PENUTUP

Pemimpin adalah manusia biasa yang memang banyak melakukan kesalahan. Namun, bukan berarti hal tersebut menjadi pembenaran yang tidak bisa diubah menjadi lebih baik.

Tetap saha stigma masyarakat kuat dengan ciri pemimpin yang memiliki karakter mendekati sempurna seperti pemimpin-pemimpin terdahulu yang ada di muka bumi ini.

Tugas pemimpin itu begitu berat karena pertanggung jawabannya pun tidak hanya di dunia tapi juga diakhirat.

Maka dari itu, jika ada yang menjadi pemimpin contohlah pemimpin-pemimpun terdahulu yang memiliki akhlak baik.

Jadikan predikat pemimpin tersebut sebagai pelayan bawahannay bukan sebaliknya. Karena pemimpin yang baik akan bekerja dan mengambil keputusan sesuai dari apa yang ia lihat dan rasakan langsung.

Bukan hanya mengikuti egonya belaka yang harus diikuti setiap bawahannya. Sudah banyak contohnya di dunia ini, pemimpin yang baik dan tidak baik.

Tugas kita adalah memilih, mau dibarisan pemimpin baik atau tidak baik. Yang jelas, fitrahnya dari setiap orang itu baik maka sudah seharusnya memilih yang baik dengan standar-standar kebaikan yang jelas dan sesuai dengan pemimpin terdahulu yang telah mencontohkannya langsung.

Scroll to Top