10 Cara Terbaik Menghadapi dan Menangani Karyawan yang Malas Bekerja

Sebelum membahas bagaimana cara menangani karyawan yang malas bekerja, ada baiknya kita mengenal dulu fungsi dari seleksi karyawan serta penempatan pekerjaan dalam posisi yang sesuai.

Fungsi seleksi dan penempatan ini juga sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai. Para legislator yang terpilih, dan para eksekutif teras sering memandang birokrasi tidak responsive terhadap pilihan-pilihan perorangan, prioritas program, dan nilai-nilai mereka.

Oleh karena itu mereka berusaha menetapkan kriteria seleksi dan penempatan, bahkan promosi, yang sesuai dengan falsafah-falsafah politik dan tujuan-tujuan program dari para pejabat terpilih.

Cara pelaksanaan tujuan-tujuan tersebut dapat mengambil berbagai bentuk, mulai dari spoils system dalam kebanyakan jabatan diisi berdasarkan political patronage, hingga ke merit system dimana kebanyakan para pekerja adalah pegawai-pegawai yang berpengalaman dengan orang-orang yang dipilih secara politik sebagai pimpinan instansi.

Secara kontras, para eksekutif pelayanan sipil yang berpengalaman biasanya berusaha menyekat instansi mereka dari kekacauan politik (turmoil) dengan mengesahkan kriteria-kriteria seleksi dan promosi yang menekankan kualifikasi teknis dan kecakapan-kecakapan.

Misalnya,

menghadapi karyawan malas

Mereka akan mempertahankan standar minimanl mengenai pendidikan dan pengalaman, test-test kemampuan secara tertulis, standar-standar kinerja yang obyektif, dan kepercayaan-kepercayaan atau gelar-gelar. Sekalipun mereka memerlukan kelonggaran-kelonggaran dalam peraturan-peraturan seleksi yang akan memungkinkan meraka menggunakan pengalamannya dalam menilai potensi dari seorang pekerja.

Konflik nilai muncul di antara para para pejabat terpilih dengan para pegawain pelayanan yang berpengalaman. Sementara keduanya mendukung peningkatan efektifitas pemerintahan, masing-masing cenderung menampilkan perspektif yang berbeda dalam pekerjaan.

Para pejabat terpilih menilai suatu program instansi, apakah program tersebut responsive terhadap kebutuhan-kebutuhan publik (karyawan), atau efektif dalam pencapaian tujuan-tujuan dari para pejabat terpilih.

Para pegawai pelayan yang berpengalaman juga menekankan responsiveness dan effectiveness, tetapi dalam berbagai tipe tingkat pemerintahan (terutama pusat, daerah, dan kota-kota besar) pelayan sipil yang eksekutif harus tanggap terhadap tuntunan-tuntunan potensial dari pejabat terpilih yang ditingkat teras dan lembaga legislatif.

Berbeda dengan para pejabat terpilih, pegawai pelayanan sipil dituntun oleh keahlian teknis yang diperoleh melalui gabungan dari lamanya kerja dan pengalaman, menekankan lebih banyak kepada efisiensi apakah suatu program menghasilkan jumlah pelayanan yang maksimum dibandingkan dengan sumber daya yang dialokasikan (tanpa memperdulikan kaitan antara pelayanan-pelayanan tersebut dengna kebutuhan-kebutuhan dari kelompok-kelompok sasaran atau keinginan badan legislatif).

Oleh karena itu proses pembuatan keputusan dan implementasi terus menjadi tempat persaingan nilai-nilai tersebut. Sering terjadi persaingan antara pejabat-pejabat tersebut.

Bahkan hubungan sering ditandai dengan ketegengan, bukan karena masing-masing kelompok berusaha menghalangi yang lain, tetapi karena masing-masing kelompok secara khas ingin mewujudkan nilai-nilai yang menjadi pokok perspektif mereka.

Sekalipun ada konflik antar rekan kerja, milai yang dewasa ini menonjol pengaruhnya terhadap proses pencarian instansi adalah Social Equity, dan nilai ini merupakan yang paling menantang nilai pencarian tradisional.

Sekarang ini kita akan bahas bagaimana cara menghadapi pekerja yang malas bekerja, dikarenakan ini sangat lah penting dimana pekerja adalah asset yang berharga dari sebuah perusahaan.

Dengan menampilkan beberpa tips menghadapi hal tersebut, diharapkan permasalahaan yang terjadi diperusahaan yang dipimpin akan mudah mengatasinya, hal ini pasti akan terjadi pada sebuah perusahaan dimanapun karena mereka adalah manusia dan secara manusiawilah kita memecahkan masalah tersebut dan bijak dalam menilai kesalahan.

Karena selepas rekruitmen selesai, maka karyawan yang Anda terima bekerja diperusahaan menjadi adalah yang terbaik. Proses rekruitmen karyawan menjadi penting, seperti tes psikologi pada kendidat karyawan, wawancara kerja dan tes-tes lainnya. Hal tersebut untuk mengurangi dan menghindari kesalahan dalam merekrut karyawan.

Berikut 10 cara menghadapi karyawan yang malas bekerja :

1. Banyak Berdiskusi

Lakukanlah hal ini, berbicara dari hati ke hati akan lebih menyejukkan serta sangat membantu anda mengetahui sebab – sebab malasnya pegawai saat melakukan pekerjaanya. Hal ini juga membantu permasalahan apa yang terjadi dalam dirinya dan cara ini bisa membantu anda untuk mengevaluasi bahkan dapat memotivasi karyawan yang malas.

2. Bangun Trust (kepercayaan)

Di dalam sebuah perusahaan, saling membangun kepercayaan antara semua pegawai sangatlah perlu, karena dengan hal itu tim yang anda bentuk akan semakin solid.

Rasa saling percaya akan sangat membantu dalam pekerjaan sehari – hari karena akan timbul rasa nyaman antar pegawai juga atasan langsung, suasana kerja pun lebih kepada suasana kekeluargaan serta adanya timbul rasa saling curiga.

Loading...

3. Manusiawi

Jika anda berada dalam level puncak atau atasan dan mebawahi beberapa pegawai sebagai bawahan anda.

Pekerjakan mereka selayaknya manusia tanamkan pada diri bahwa mereka juga manusia rekan dan tim anda juga, sehingga dengan begitu bahawan anda akan sangat dihargai dan efeknya nanti pada peningkatan dan perfoma mereka dalam bekerja meningkat tajam.

Anda akan dipandang sebagai atasan yang baik dan mampu memotivasi karyawan Anda.

4. Selalu ada di tempat kerja

Hal ini sangat penting, sebab akan lebih mudah melihat hasil serta proses pekerjaan yang dilakukan bawahan, hal ini juga dapat meminimalisir kesalahan – kesalahan yang dilakukan oleh pegawai yang lainnya, sehingga keadaan yang lebih buruk dari akibat kesalahan tersebut bisa diminamalisir dan membuat pegawai yang lain lebih disiplin, hati – hati dan teliti lagi dalam bekerja.

5. Paham dengan Visi dan Misi Perusahaan

Penting bagi semua pegawai untuk mengetahui kembali visi dan misi sebuah perusahaan. Karena dengan begitu segala sesuatunya bisa terarah dan terpenuhi dengan kesolidan tim anda.

Tujuan dari kita memahami dan memberi arahan tentang visi dan misi kita kepada pegawai lainnya akan berdampak pada kinerja pegawai tersebut, karena visi dan misi yang baik akan memberi energy semangat bagi pegawai dalam bekerja.

6. Perbaiki Fasilitas

Sediakan fasilitas yang baik agar pegawai nyaman dalam melakukkan aktifitasnya. Hal ini dapat membantu dalam kelancaran mereka bekerja, tidak ada operasional yang terganggu karena fasilitas yang diberikan tidak mendukung dalam pekerjaannya.

Lihat teliti kembali fasilitias apa yang belum disiapkan di kantor anda lalu benahi apa yang di rasa kurang dalam operasional pekerjaan yang bisa menghambat dalam bekerja.

7. Berikan Insentif

Berikan penghargaan kepada pegawai yang berdedikasi baik, berkinerja dan berprestasi. Sehingga diharapkan dapat memacu semangat bagi pekerja lainnya dan akan berdampak pada meningkatnya semangat mereka dalam berprestasi dan membangun perusahaan ke arah lebih baik lagi.

Tidak ada ruginya perusahaan memberikan award atau insentif kepada pegawai dikarenakan dampaknya akan sangat besat juga untuk sebuah perusahaan.

8. Berikan Waktu untuk Refreshing

cara mengatasi karyawan malas

Berikan mereka libur atau cuti agar bisa menyegarkan pegawai dari rutinitas pekerjaan dan membunuh rasa bosan.

Biasanya hal ini akan baik bagi seorang pekerja mengingat mereka juga memerlukan rehat sebentar untuk istirahat atau berkumpul buat keluarga mereka, hal ini sangat lah wajar diberikan perusahaan agar meningkatkan kinerja mereka saat sudah mulai bekerja kembali.

Baca juga : Cara orang sukses menghabiskan waktu di akhir pekan

9. Berikan Sanksi pada karyawan yang malas

Coba berikan sanksi sekali agar membuat pekerja yang malas tersebut menjadi sadar akan kesalahannya, hal ini juga akan memberi pelajaran bagi pegawai yang lainnya untuk selalu bersemangat dalam bekerja.

Karena bagaimanapun juga perusahaan harus tetap dalam performa yang prima dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.

10. Bangun Kekeluargaan

Ciptakan dalam kantor atau perusahaan yang dipimpin nuansa kerja yang penuh dengan rasa kekeluargaan, dimana pegawai merasa sangat diakui oleh atasan maupun owner di dalam bekerja.

Biasanya hal ini yang akan membuat pekerja itu menjadi betah dan nyaman sehingga mereka akan bahu membahu membangun perusahaan lebih baik lagi, kalo budaya kekeluargaan ini sudah dibangun dengan baik bukan tidak mungkin tidak ada keluhan yang berarti yang disampaikan oleh pekerja atau pegawai yang anda pimpin.

Penutup

Demikian beberapa hal yang disampaikan tentang bagaimana cara – cara menghadapi karyawan yang malas bekerja, semoga membantu dan memecahkan permasalahaan yang sedang dihadapi, mungkin ada beberapa hal lain lagi yang bisa dilakukan diluar beberapa tips di atas untuk memperbaiki kinerja dari pegawainya.

Karyawan direkrut berdasarkan kemampuan, dalam rekruitmen tersebut, ada berbagai tahapan sampai karyawan tersebut diterima. Proses perekrutan sangat penting fingsinya, dan jika masalah kemalasan terjadi diluar prediksi, maka Anda bisa mencoba 10 cara mengatasi karyawan malas.

Artikel Terkait :

Loading...