6 Cara Melamar Kerja yang Bikin HRD Terkesan

Jika Anda saat ini tengah melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan, cobalah untuk membuat HRD perusahaan terkesan kepada Anda.

Tidak hanya menunggu saat wawancara kerja saja, tetapi bisa memanfaatkan moment pertama untuk menarik hati dan perhatian mereka.

Membuat mereka terkesan tentunya sah-sah saja bahkan diharuskan mengingat peminat yang melamar ke perusahaan begitu banyak dan Anda harus bersaing dengan mereka.

Tentunya dengan memiliki ‘’strategi’’ yang baik, Anda tengah mempersiapkan diri menjadi pemenang. Nah, untuk bisa membuat HRD terkesan pada Anda, berikut akan dipaparkan mengenai cara melamar kerja yang bisa bikin HRD terkesan. Dan berikut ulasannya!

Langkah-langkah Melamar Kerja yang Bikin HRD Terkesan

1. Memakai Alamat Email yang Benar

Cara Melamar Kerja yang Bikin HRD Terkesan

Di era digitalisasi ini, mengirim surat lamaran pekerjaan pun semakin dipermudah. Jika dulu hanya menggunakan pos saja untuk mengirim lamaran, kini mengirim lamaran bisa menggunakan email atau elektronik mail.

Dengan kemudahan tersebut, siapapun bisa mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut tidak terhalang tempat.

Tetapi kemudahan ini membuat Anda harus bersaing dengan para pelamar kerja lainnya di berbagai daerah, sehingga orang-orang yang terpilih dari perusahaan tersebut memang telah ‘’memikat’’ para HRD.

Nah, jika Anda memang mengharuskan mengirim lamaran lewat e-mail, ada baiknya untuk meninggalkan alamat email yang alay atau sulit untuk dibaca karena dengan begitu pihak HRD pun bisa menganggap Anda tidak serius untuk melamar di tempat tersebut.

Walaupun hanya melalui email, tunjukkan kredibilitas Anda dengan menggunakan alamat email yang benar, tidak alay, dengan tulisan dan kata-kata yang santun.

Dengan begitu, Anda telah membuat HRD terkesan terhadap apa yang dilakukan untuk pertama kalinya.

2. Perbagus Profil Sosial Media

Selain membuat alamat email yang benar dan tidak alay, cara berikutnya untuk bisa membuat HRD terkesan adalah dengan memperbagus profil sosial media.

Tidak dipungkiri, di zaman ini banyak sekali platform sosial media yang dibuat untuk profil branding, silahturahmi, menunjukkan eksistensi, hingga untuk keperluan bisnis.

Dengan adanya sosial media tersebut, terkadang pihak HRD pun ‘’mengintip’’ calon kandidat karyawannya di sosial media tersebut.

Biasanya, sosial media tersebut bisa menunjukkan karakter seseorang walaupun hal tersebut tidak 100 persen benar.

Namun dari pertemanan Anda dengan orang-orang maupun tokoh-toko nasional, setidaknya bisa menunjukkan Anda yang sebenarnya.

Maka dari itu, perbaguslah Akun sosial media Anda mulai dari memperbaharui profil, memakai nama asli Anda jika selama ini menggunakan nama alay, membuat status atau postingan yang bermanfaat dan lain sebagainya.

Jangan lupa pula untuk membuat akun profil sosial media Linkedln. Sosial media tersebut adalah yang sering digunakan HRD untuk melihat-lihat calon kandidatnya.

Tentunya sosial media tersebut berbeda dengan sosial media lainnya, hanya berkonsentrasi pada profil Anda, keahlian yang dimiliki, pencapaian yang pernah diraih, hingga riwayat pekerjaan Anda jika pernah bekerja di tempat lain sebelumnya.

3. Membuat Curiculum Vitae yang Menarik dan Relevan

Curiculum Vitae atau CV adalah salah satu hal yang penting untuk menentukan Anda melanjutkan pada tahap berikutnya atau tidak.

Terkadang, pihak HRD menemukan CV yang alakadarnya dimana para pelamar hanya mencantumkan profil dengan kesan asal-asalan ataupun tidak menunjukkan kemampuan dirinya.

Ada baiknya, untuk bertanya atau melihat-lihat di internet tentang CV yang seharusnya untuk melamar pekerjaan.

Tentu saja, bukan berarti Anda harus ‘’memalsukan’’ kemampuan diri atau nama tempat bekerja sebelumnya.

Tetapi buatlah CV yang menunggunkan diri Anda, bisa dimulai dari mengenalkan diri Anda dnegan singkat, menyertakan pengalaman bekerja atau magang, mencamtumkan aktivitas yang pernah dilakukan, serta mencamtumkan pengalaman yang sesuai dengan pekerjaan yang ingin Anda lamar saat ini.

Harus diingat pula, sertakan foto dalam CV tersebut yang Nampak professional. Jangan menggunakan berbagai efek yang ada sehingga Nampak membuat wajah lebih tampan atau cantik.

Sertakan foto yang sesuai permintaan perusahaan, seperti foto 3 x 4, 4x 6, atau tampak seluruh badan dan lain sebagainya.

Selain itu, gunakanlah pakaian yang layak untuk melamar ke perusahaan, seperti pakaian dengan menggunakan blazer, kemeja, dan lain sebagainya. Dan yang terpenting jangan menggunakan kaos atau tampak seperti akan bertamasya atau menggunakan baju ketika Anda bersantai.

Walaupun tampak sederhana dan terlihat ‘’remeh’’ untuk mempersiapkannya. Hal tersebut bila tidak sesuai dengan HRD, maka mereka pun tidak segan-segan mengurungkan niatnya untuk memanggil Anda.

4. Memilih Bidang atau Divisi Pekerjaan yang Sama

Ketika Anda resign dari perusahaan dan tidak lama kemudian perusahaan lain membuka lowongan pekerjaan serta tertarik untuk melamar ke perusahaan tersebut, ada baiknya untuk melamar pekerjaan ke bidang atau divisi yang sama seperti sebelumnya.

Karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat HRD terkesan pada Anda. Tidak hanya terkesan, pihak HRD akan melihat sebagai satu nilai plus untuk Anda sehingga saat meungkinkan untuk bisa masuk ke tahap selanjutnya.

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan pengalama kerja sebelumnya untuk bisa menduduki posisi yang dilamar tersebut.

Dengan pengalaman tersebut, yakinlah pihak HRD bahwa Anda bisa menjalankan bidang atau divisi tersebut dengan baik.

Serta tunjukkan kualifikasi yang mumpuni terhadap apa yang Anda kuasai, dengan begitu mereka pun akan yakin dan mempertimbangkan tentang kemampuan dan kualifikasi yang Anda miliki.

Jika Anda seorang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja dimanapun, ada baiknya untuk membuat portofolio yang relevan dengan apa yang Anda lamar. Hal tersebut akan menjadi nilai plus dan kemampuan lebih di mara para HRD.

5. Jangan Terlalu Sering Berganti Pekerjaan

Job Hopping atau berganti -ganti pekerjaan adalah suatu yang lumrah di dunia pekerjaan saat ini. Dengan berganti pekerjaan, memang bisa menambah banyak pengalaman serta koneksi, tetapi hal ini juga bisa menjadi ‘’boomerang’’ untuk Anda karena ada sebagian HRD yang mempertimbangkan hal ini.

Jika terlalu sering berganti pekerjaan dan jangka waktu bekerja di perusahaan tidak terlalu lama, maka hal itu akan menjadi ‘’catatan hitam’’ untuk Anda. Alih-alih ingin membuat HRD terkesan dengan banyak pengalaman, melainkan hal tersebut bisa langsung membuat Anda tersingkir.

Baca : Cara memilih pekerjaan yang tepat

Maka dari itu, jika Anda seorang fresh graduate, sedari sekarang siapkan diri dan mental untuk benar-benar mencari dan melamar pekerjaan sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

6. Cari Tahu Tentang Perusahaan yang Anda Lamar

Ada baiknya dan memang seharusnya sebelum melamar ke perusahaan tersebut, Anda harus mencari tahu tentang perusahaan. Mulai dari profil, divisi yang ada, pemilik perusahaan, dan lain sebagainya.

Hal ini sangat dianjurkan agar Anda bisa berkontribusi di bidang yang sesuai dengan kemampuan atau pengalaman yang dimiliki.

HRD pun akan bergitu terkesan ketika saat wawancara bisa menjawab tentang profil perusahaannya.

Tidak hanya membuatnya terkesan, tetapi bisa menjadi nilai lebih untuk Anda. Mereka pun tidak perlu bersusah payah menjelaskan dari awal tentang pofil perusahaannya.

Hanya sedikit meluruskan jikalau ada yang tidak sesuai dan mengcoaching sesuai jobdesk yang dilakukan.

Hal ini perlu dialkuakan siapapun sebelum melamar ataupun saat Anda dipanggil wawancara. Karena tidak sedikit dari para calon pekerja yang mengabaikan hal ini, sehingga mereka pun tidak meninggalkan jejak yang baik untuk para HRD.

Untuk mencari informasi tentang perusahaan pun bisa melalui internet, bertanya kepada teman, atau bila perlu mengobrol langsung dengan pihak humas perusahaan ketika ada jobfair.

Penutup

Pihak HRD memang akan berupaya mencari dan mendatangkan karyawan yang terbaik bagi perusahaannya. Mereka pun akan melakukan seleksi lewat profil CV, tes psikotes, wawancara, tes kesehatan, dan lain sebagainya.

Tentunya, jika Anda sangat ingin bekerja di sebuah perusahaan dimana posisi dan gajinya sesuai dengan impian Anda, tentu harus mau ‘’berkorban’’ untuk hal itu.

Jangan menunggu atau terlalu percaya diri akan masuk ke tahap wawancara. Tetapi ketika Anda menyiapkan CV untuk melamar pekerjaaan tersebut lakukan dengan cara yang benar dan tepat.

Buatlah para HRD tersebut terkesan dengan apa yang Anda buat lewat 6 cara yang telah dipaparkan di atas.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda dan bermanfaat. Semoga Sukses.