10 Cara Efektif Menghadapi Karyawan Milenial di Kantor

Zaman sudah kian berubah, selain diisi dengan teknologi yang serba canggih di zaman ini juga banyak generasi milenial, yaitu generasi yang pada tahun 1980-2000 berdasarkan data akan mencapai 75 persen dari total jumlah populasi di dunia.

Maka dari itu, ada beberapa perusahaan, instansi, lembaga yang menyesuaikan baik dari program atau proyek beririsan dengan apa yang disenangi oleh para millennial.

Hal ini dilakukan karena banyak yang menganggap bahwa millennial adalah seseorang yang memiliki komptensi, kapasitas tinggi untuk melakukan banyak hal, bersemangat, dan kreatif.

Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang ada saat ini, banyak yang merekrut karyawan millennial agar bisa membawa ‘’napas’’ baru di perusahaan.

Karakteristik tersebut memang ada dalam diri mereka tetapi mereka pun memiliki karakteristik lain yang perlu diketahui, yaitu berjiwa bebas, cepat bisan, senang mencari tantangan baru, dan asertif.

Maka dari itu, pihak perusahaan khususnya pimpinan memerlukan pendekatan khusus ketika menghadapi karyawan dengan karakter yang cukup komplek. Adapun cara efektif untuk menghadapi mereka adalah sebagai berikut.

1. Menciptakan Suasana Kerja yang Menyenangkan

Menghadapi karyawan generasi milenial

Seperti yang diketahui bersama, salah satu karakteristik millennial adalah memiliki jiwa bebas. Karena it buatlah konsep kantor yang santai serta memudahkan mereka untuk saling berinteraksi.

Hal tersebut bisa dimulai dari konsep design kantor yang terbuka tanpa adanya penyekat antara satu karyawan dengan karyawan lain.

Baca juga : 10 Waktu dan Tanda Karyawan Harus Mengambil Cuti

Nah, di zaman yang modern inilah perusahaan-perusahaan yang rata-rata diisi anak muda melakukan hal tersebut.

Selain itu, sediakan pula fasilitas-fasilitas yang bisa membuat mereka betah ketika berada di kantor, seperti adanya ruang istirahat, fasilitas makan siang atau sarapan gratis, fasilitas olaharga, ruang nongkrong, dan lain sebagainya.

Karyawan millennial pastinya akan merasa bosan ketika suasana kantor pun sangat kaku, maka dari itu sebagai pimpinan tidak ada salahnya untuk mengizinkan mereka mendengarkan musik ketika bekerja ataupun sedang istirahat.

Tentunya aturan dan fasilitas-fasilitas di atas bukan untuk ‘’memanjakan’’ mereka melainkan untuk membuat mereka lebih semangat dalam bekerja dan bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya.

2. Menjadi Mentor untuk Mereka Bukan Bos

Pada dasarnya generasi millennial ini tidak terlalu suka dan tidak mendukung kepemimpinan yang cenderung tradisional.

Maka dari itu, jangan heran ketika mereka tidak memberikan respon baik pada aturan-aturan atau birokasi yang terlalu kuat atau saklek.

Baca juga : 10 Pekerjaan Terbaik Ekstrovert, Apakah Anda Tipe yang Satu Ini

Mereka itu menginginkan pemimpin yang tugasnya seperti mentor mampu untuk membimbing dan mudah berbaur dengan karyawannya terutama kalangan millennial.

Ketika Anda merekrut mereka maka jangan menunjukkan diri bahwa Anda yang ‘’paling’’ berkuasa. Namun bisa merangkulnya tetapi masih dalam Batasan professional dan konsisten.

Karena arti pemimpin bagi mereka adalah seseorang yang bisa menjadi inspirator, mudah diajak berdiskusi serta bisa menjadi motivator.

3. Memberikan Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang Lebih Baik Lagi

Seorang millennial yang lahir pada tahun 1990-an, disinyalir tumbuh dalam budaya kesegeraan, dimana segala sesuatunya mulai berjalan dengan cepat.

Karena itu, mereka pun selalin ingin melakukan pengalaman-pengalaman baru yang dilakoni dalam waktu cepat dengan target-target dalam jangka waktu yang pendek.

Maka dari itu, Anda bisa memberikan kesempatan pada mereka untuk memberikan proyek-proyek baru dengan rutin, seperti dua sampai tiga bulan sekali.

dengan tantangan jangka pendek tersebut, mereka akan tertantang untuk bisa menyelesaikannya dan mengeksplor sesuatu yang ada dalam dirinya.

Sehingga, anggapan tidak sabaran tersebut bisa tersalurkan dengan baik pada timing dan pekerjaan yang memang pas dan benar.

Jangan lupa fasilitasi mereka dengan training, workshop, dan cara lainnya yang mendukung mereka untuk bisa mengasah kemampuan yang dimilikinya.

4. Berikan Apresiasi dan Pengakuan Bagi Mereka

Para generasi millennial tidak akan semangat bekerja ketika mereka tidak mendapatkan apresiasi dan pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan.

Mereka butuh pengakuan tersebut dari atasan atau pemimpin mereka, guna dapat meningkatkan pencapaian di proyek atau pekerjaan yang akan datang.

Keberhasilan mereka patut untuk diapresiasi dengan memberikan reward, bonus, dan lain sebagainya yang sepadan dengan pencapaian yang telah dilakukan.

5. Jangan Buat Mereka Jauh dari Teknologi

Seperti yang diketahui bersama, ada satu karakteristik yang paling menonjol dari generasi millennial, yaitu ketergantungan mereka terhadap teknologi.

Bisa dibilang mereka adalah generasi yang Hi-Tech, selalu update dan mengetahui perkembangan apapun tentang teknologi yang ada saat ini.

Selain itu mereka sangat aktif di sosial media apapun untuk mendapatkan informasi apapun atau untuk ruang eksistensi mereka di dunia maya.

Oleh karena itu, jangan buat mereka jauh dari hal-hal yang berbau teknologi karena berdasarkan penelitian, sebanyak 56 persen generasi millennial akan menolak bekerja apabila mereka tidak diizinkan untuk mengakses media sosial dan teknologi lainnya.

Dengan kemampuan mereka, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat perusahaan lebih maju dan berkembang.

Mintalah secara khusus pada mereka untuk memberikan training tentang hal-hal yang berbau teknologi kepada karyawan-karyawan senior yang ada di perusahaan.

Selain merasa mendapatkan pengakuan, mereka pun akan senang bekerja di perusahaan Anda yang mengedepankan kemajuan teknologi.

6. Bekerja dengan Waktu yang Fleksibel

Para generasi millennial rata-rata lenih memilih bekerja sebagai freelancer dibandingkan karyawan full time.

Bagi mereka, penerapan kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore merupakan konsep kerja yang kuno. Karena itulah, perusahaan startup di Indonesia sudah meninggalkan hal tersebut.

Perusahaan startup saat ini cenderung untuk membebaskan waktu kedatangan karyawannya, asalkan mereka tetap bekerja selama 8 jam di kantor.

Adapula yang memberlakukan sistem kerja remote sehingga tidak perlu setiap hari datang ke kantor, asalkan target-target pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik.

7. Mengizinkan Mereka untuk Menyampaikan Pendapat

Memberikan kritik dan saran pada mereka memang bagus dan tidak ada salahnya karena mereka pada dasarnya masih minim dengan pengalaman.

Walaupun begitu, Anda sebagai pemimpin harus tetap bisa mendengar pendapatnya karena hal itu bisa membuat mereka lebih diakui di perusahaan tersebut.

Berikan kesempatan pada mereka untuk berbicara tentang kendala yang dihadapi saat di lapangan, saran dan kritik yang membangun untuk kemajuan perusahaan, atau saran untuk membuat ide yang lebih baik dalam memajukan perusahaan Anda.

Dari pendapat dan saran mereka, tentunya Anda akan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dilakukan demi kemajuan perusahaan serta cara untuk menghadpi mereka di proyek selanjutnya.

8. Ajak Mereka Untuk Bekerja dalam Tim

Pada dasarnya generasi millennial ini lebih suka dan terbiasa bekerja dalam tim atau kelompok dibandingkan generasi sebelumnya yang cenderung suka bekerja sendiri.

Mereka sangat percaya bekerja dengan tim bisa memberikan hasil yang terbaik dibandingkan harus bekerja sendiri.

Keberhasilannya pun akan terasa nikmat jika bisa dirasakan oleh bersama dibandingkan dengan personal saja.

Karena itu, ketika Anda merekrur karyawan millennial, tidak ada salahnya untuk memasukkan mereka kepada tim kerja yang sudah ada perusahaan, agar mereka merasa betah dan bisa berkembang lebih baik lagi.

9. Menyeimbangkan Antara Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan

Generasi millennial adalah generasi yang sangat senang dengan multitasking. Mereka tidak akan menyukai satu aktivitas saja sehingga ada pekerjaan lain yang dilakukannya seperti bergabung dengan komunitas, melakukan proyek lain, melakukan hobi dan lain sebagainya.

Karena itu para generasi millennial tidak akan suka dengan jadwal kerja yang monoton. Bila hal itu terjadi, mereka akan memilih untuk bekerja di tempat lain atau mengembangkan usaha sendiri.

Maka dari itu, jika karyawan Anda ingin dipenuhi para generasi millennial maka harus bisa menyeimbangkan antara waktu pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka.

10. Memberikan Kesempatan pada Mereka untuk Memimpin Proyek Perusahaan

Boleh jadi hal ini bisa menimbulkan pro kontra di antara karyawan, bila generasi millennial diberikan kesempatan untuk memimpin proyek.

Pasalnya, di negeri ini masih berlaku tentang senioritas sehingga pemimpin harus lebih tua atau lebih lama di perusahaan tersebut.

Namun, jika perusahaan Anda termasuk yang ingin merekrut dan mempertahankan karyawan millenial, mau tidak mau harus memberikan kesempatan pada mereka untuk mempimpin proyek yang ada di perusahaan.

Sebelum menempatkan mereka pada jabatannya, kenali dan pahami betul karyawan Anda juga kelebihan dan kekurangannya.

Cara yang Anda lakukan adalah merupakan sebuah investasi yang bisa membantu meningkatkan semangat dan produktivitas mereka.

Tidak hanya itu, Anda pun ikut andil dalam menciptakan pemimpin baru untuk di masa yang akan datang.

Keuntungan Merekrut Karyawan Millenial

Ada beberapa keuntungan yang dididapatkan perusahaan ketika merekrut karyawan milenial, yaitu;

1.Generasi Milenial memiliki ide yang unik, segar, dan cenderung anti mainstream. Jelas hal ini menguntungkan perusahaan karena bisa membuat maju dan berkembang dari para pesaing perusahaan yang ada saat ini.

2.Networking generasi milenial sangat luas, hal ini dikarenakan generasi milenial adalah pengguna sosial media dan internet yang paling aktif.

Walaupun di dunia nyata tidak terlalu aktif bergaul, namun jaringan mereka cukuplah luas dan bisa mengakses hal tersebut tanpa tersekat ruang dan waktu.

Dengan networking yang seperti itu, Anda bisa memanfaatkannya untuk kemajuan perusahaan dimana informasi perusahaan akan tersebar luas lewat jaringan karyawan milenial tersebut.

3.Karyawan milenial memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang teknologi dibandingkan generasi-genarsi senior yang ada di kantor.

Baca juga : Ciri Introvert dan 10 Pekerjaan yang Cocok untuk Mereka

Tentunya dengan kemajuan teknologi tersebut bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Penutup

Zaman sudah berubah, maka Anda harus bisa ‘’membuka’’ mata terhadap perubahan. Regenerasi pun menjadi suatu keniscayaan karena tidak ada yang abadi di dunia ini.

Maka tidak ada pilihan lain selain bisa berkolaborasi dengan mereka untuk bisa menghadapi tantangan zaman dengan sebaik mungkin .

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda yang kini tengah merekrut para karyawan milenial.