10 Alasan Karyawan Resign Mengundurkan Diri dari Perusahaan

Dunia kerja tidak selalu menawarkan tentang keindahan. Senang atau tidaknya seseorang menjalani pekerjaan tergantung dari pribadi masing-masing. Kerap kali ada karyawan yang memang mencintai pekerjaanya walaupun gaji yang didapatkan tidak sebanding.

Adapula sebaliknya, memiliki gaji tinggi namun tidak mencintai pekerjaannya. Selain permasalahan di atas, masih banyak permasalahan lainnya yang harus dihadapi karyawan.

Jika sudah begitu, solusi yang akan diambil oleh karyawan tersebut adalah resign dari perusahaannya. Namun selain permasalahan di atas masih banyak alasan karyawan untuk resign. Lalu, alasan apa saja yang seringkali diungkapkan oleh karyawan? Yuk, simak bersama pemaparannya di bawah ini!

1. Jenjang Karier Tidak Jelas

alasan karyawan mengundurkan diri
Alasan karyawan mengundurkan diri

Pentingnya karyawan untuk membaca surat kontrak kerja selain untuk melihat hak dan kewajiban, Anda pun berhak tahu tentang kenaikan jenjang karier pada perusahan tersebut.

Tentunya apa yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut merupakan “janji” dari perusahaan kepada karyawannya.

Baca juga : Perjanjian Kerja: 5 Hal Penting Tentang Kontrak Kerja Karyawan

Apabila “janji” tersebut tidak terlaksanakan akan berakibat pada kecewanya karyawan terhadap perusahaan tersebut. Pengorbanannya pun akan sia-sia karena karier yang seharusnya didapatkan tidak terealisasikan.

Kenaikan jabatan yang didapatkan di sebuah perusahaan pun beragam, seperti manager, supervisor, kepala divisi, hingga pimpinan perusahaan. Hanya saja untuk mendapatkan promosi tersebut diperlukan test dan juga tahapan-tahapan yang tidak mudah.

2. Rutinitas Kerja yang Membosankan

Berikutnya adalah tentang melakukan rutinitas kerja yang bisa berujung pada kebosanan. Jika karyawan sudah merasa bosan dalam bekerja, kemungkinan beesar mereka sedang jenuh melakukan pekerjaan selama 8 jam setiap harinya.

Tidak ada lagi tantangan pekerjaan yang bisa dilakoninya sehingga semangat kerja pun menurun. Hal ini memang tidak seharusnya terjadi pada karyawan karena setiap orang telah diberikan tanggung jawab.

Hanya saja, jika tanda-tanda di atas sudah tercium oleh Anda selaku pimpinan maka perlu untuk dilakukan inovasi dalam segala hal. Entah itu perombakan divisi, mengajak karyawan pikinik, memberikan rewards, dan lain sebagainya.

Langkah tersebut tentunya perlu untuk dilakukan sebelum karyawan terbaik di kantor Anda resign dan memilih untuk bekerja di tempat lain.

3. Adanya Konflik di Tempat Kerja

Memang bukan sesuatu yang baru lagi apabila ada sebuah konflik dalam sebuah perusahaan. Entah itu konflik dengan sesama karyawan atau atasan.

Konflik tersebut timbul karena beragam persoalan bisa dari pekerjaan ataupun urusan pribadi. Apabila dibiarkan jelas tidak akan nyaman dalam bekerja terlebih jika konflik harus dengan teman satu divisi.

Baca juga : 10 Cara Menghemat Biaya Hidup dengan Gaji yang Ada

Jika sudah begitu, banyak karyawan yang lebih memilih untuk resign daripada menyelesaikan masalahnya.

Seharusnya, konflik tersebut bisa diatasi dengan adanya mediasi antar karyawan atau pimpinan. Jika memang itu urusan pekerjaan lebih baik dikonfirmasi ulang agar tidak menjadi kesalahan yang berulang.

Sebaliknya, jika konflik tersebut bersifat mengenai urusan pribadi maka harus diselesaikan di luar kantor. Dan sebisa mungkin agar konflik tersebut tidak menyebar hingga karyawan lain pun turut campur dalam masalah tersebut.

4. Tidak Mendapatkan Apresiasi

Tidak mendapatkan apresiasi dari pimpinan atau kepala divisi pun akan berakibat pada resignya seseorang dari perusahaan.

Secara fitrah seorang manusia itu ingin dihargai dan juga diapresiasi walaupun bersifat kecil. Oleh karena itu, sikap tersebut harus dimiliki setiap pemimpin.

Artinya sebagai pemimpin harus mengetahui kapan karyawan Anda layak untuk diperhatikan dan juga untuk diberikan sebuah apresiasi.

Baca juga : 10 Bentuk Apresiasi kepada Karyawan yang Bisa Perusahaan Berikan

Apresiasi yang diberikan pun sebaiknya tidak berlebihan, namuan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Apresiasi tersebut diberikan bukan untuk membuatnya menjadi sombong melainkan untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri.

Tentunya ketika rasa percaya diri telah tumbuh, karyawan Anda siap untuk menerima segala pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Selain memberikan apresiasi, berikan pula sebuah kritik yang membangun. Dengan begitu karyawan Anda kan paham mana yang harus diperbaiki dan juga dipertahankan.

Jika tidak ada apresiasi atau masukan dari pimpinan, maka jangan heran bila suatu hari nanti karyawan Anda akan resign.

5. Tidak Diberi Kesempatan untuk Mengembangkan Diri

Salah satu alasan karyawan resign bisa juga karena faktor dari perusahaan yang tidak memberinya kesempatan untuk mengembangkan diri.

Di sisi lain, perusahaan menuntut karyawannya untuk kerja cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur. Tetapi disisi lain karyawan pun tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga : 10 Kriteria Penting Dalam Memilih Pekerjaan yang Tepat

Oleh karena itu, sebuah perusahaan perlu untuk menghadirkan sebuah pembinaan dan pembekalan pada karyawannya. Bisa dalma bentuk training, seminar, atau pelatihan lainnya yang menunjang pekerjaannya.

Atau jika tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, maka pimpinan sendiri harus memberikan pembekalan tersebut agar karyawan bisa mengembangkan dirinya ke arah yang lebih baik.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka dalam waktu cepat atau lamabat karyawan Anda lebih memilih untuk mengundurkan diri dan mencari tempat lain yang lebih baik.

6. Lingkungan Kantor yang Tidak Kondusif

Kata kondusif dalam perusahaan sebenarnya mengandung arti yang begitu luas. Hal ini bisa disangkut pautkan dengan agama, kebiasaan, tempat, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, banyak karyawan muslim yang mengeluhkan sulitnya beribadah karena ketersediaan tempat atau pada jam untuk beribadah mereka harus tetap bekerja.

Atau dari segi pakaian, dimana ada perusahaan yang membolehkan berjilbab ataupun tidak. Hal tersebut memang menjadi hak dari perusahaan untuk mengatur karyawannya.

Baca juga : 10 Cara Efektif Menjalani Profesi yang Tidak Disukai

Tetapi karena hidup di negara yang memiliki ragam kepercayaan, maka sebaiknya bisa untuk memberikan kebijakan yang bersifat toleran.

Hal ini memang akan mejadi sesuatu sensitif, tetapi hal ini jug masuk dalam kategori alasan karyawan untuk resign.

Selanjutnya adalah tentang tempat dari perusahaan itu sendiri. Boleh jadi selama karyawan ini bekerja tempat kerja yang dihuninya tidak nayaman atau menyebabkan sulitnya berkonsentrasi dalam bekerja.

Jika memang tempat kerja tidak terlalu kondusif, biasa disiasati dengan menata ruangan dengan sesuai. Pengaruh kenyamanan dan kondusifitas ini sangat penting sekali untuk karyawan sebelum mereka memutuskan untuk pindah haluan.

7. Ingin Mencoba Pekerjaan yang Baru

Alasan karyawan resign juga bisa karena ingin mencoba pekerjaan yang baru. Hal tersebut lahir karena bisa jadi bosan atau bisa jadi karyawan tersebut memang selalu ingin mencoba hal yang baru.

Boleh jadi, ketika dia mencari seusuatu yang baru karena karyawan ini memiliki tipe seseorang yang menyukai tantangan.

Mereka masih ingin mengeksplor dunia kerja lain sampai akhirnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya.

Biasanya hal ini banyak terjadi pada para pekerja lulusan baru atau fresh graduate. Semangat mereka untuk bekerja biasnaya masih tinggi dan ingin menjajal dunia yang belum mereka lakukan.

Jika Anda menemukan karyawan tipe seperti ini dan sangat sayang untuk dilepaskan, sebaiknya berikan tantangan pekerjaan yang memang belum pernah dilakukannya. Tentunya pemberian tanggung jawab tersebut harus sesuai dengan peraturan perusahaan.

8. Kebijakan Perusahaan yang Berubah-ubah

Ketika perusahaan melakukan kebijakan dengan berubah-ubah dan merugikan karyawan, maka bersiaplah untuk menerima surat resign dari karyawan Anda.

Seringkali kebijakan yang berubah-ubah ini membuat karyawan menjadi malas untuk bekerja karena tidak sesuai dengan kesepakatan di awal.

Biasanya kebijakan berubah ini dikarenakan adanya perubahan manajemen di pihak perusahaan. Otomatis kebijakan yang dibuat sebelumnya tidak akan berlaku lagi.

Contohnya dalam hal kenaikan jabatan atau gaji. Bila hal tersebut sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya dan pada saat pergantian pimpinan kebijakan tersebut dihilangkan, maka bersiaplah untuk menerima kritik, saran, bahkan surat pengunduran diri dari karyawan.

Bila perusahaan memang harus berganti pimpinan dan membuat kebijakan baru. Maka kebijakan tersebut harus didasari pada kesejahteraan karyawannya.

Karena merekalah, perusahaan bisa maju dan berkembang dengan baik. Jika tidak memungkinkan untuk dilakukan musyawarah bersama para pimpinan, minimal Anda harus memanggila para kepala divisi terkait atas kebijakan tersebut.

9. Karier yang Lebih Baik di Tempat Lain

Alasan berikutnya ketika karyawan ingin resign karena ada karier yang lebih baik di tempat lain. Boleh jadi karier tersebut telah dinantinya sejak lama sehingga rela untuk melepaskan pekerjaan sebelumnya.

Contohnya saja, bila seseorang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS dan sudah dinantikan sejak lama maka ketika ada pengumuman karyawan Anda lolos dengan sendirinya akan resign dari perusahaan tersebut.

Baca juga : 10 Persiapan Mengikuti Job Fair Agar Dipanggil Wawancara

Seperti yang diketahui bersama, untuk menjadi PNS di negeri ini memang menjadi suatu kebanggan tersendiri karena di hari tua nya mereka masih tetap bisa menerima tunjangan yang bisa menghidupi keluarganya.

Selain menjadi PNS, mungkin ada pula karyawan Anda yang ingin bekerja di sebua perusahaan yang bergengsi. Tentu saja dengan begitu pekerjaan di perusahaan Anda akan dilepasnya.

Pihak perusahaan sendiri sebenarnya tidak bisa melarang karena setiap orang memiliki cita-cita sendirinya. Tentu akan lebih bijak bila Anda tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Bila Anda memahami keinginan mereka, maka bekerja di perusahaan Anda pun akan selalu dikenanganya.

10. Ingin Berwirausaha

Alasan karyawan ingin resign salah satunya adalah ingin berwirausaha. Sudah menjadi rahasia umum, bahwasannya ketika seseorang ingin bekerja adaa faktor lain yang ingin dilakukannya yaitu mengumpulkan modal untuk berwirausaha.

Tentunya, sebagai pimpinan tidak bisa membatasi atau melarang hal tersebut karena gaji yang mereka terima memang sudah menjadi haknya untuk dipakai apapun.

Sebagai pimpinan pun tidak bisa melarang mereka untuk menjadi pengusaha. Karena boleh jadi potensi yang dimilikinya ada pada bidang tersebut.

Biasanya motivasi terkuat seseorang untuk bisa menjadi pengusaha adalah bosan dengan menjadi pegawai. Bosan pula dengan rutinitas yang harus dikerjakannya setiap hari. Lalu ad apula yang menggunakan alasan ingin lebih dekat dengan keluarganya daripada harus berlama-lama di kantor.

Penutup

Lalu, bagaimana dengan Anda? Adakah lasan lain untuk resign dari perusahaan? Sekiranya alasan karyawan resign di atas adalah alasan yang memang sering dilakukan atau menjadi dasar bagi karyawan.

Baca juga : 10 Cara Mempertahankan Karyawan Potensial dan Terbaik Perusahaan

Jangan heran banyak orang terutama lulusan baru yang bekerja “asal”. Sebenarnya hal tersebut adalah sebuah proses untuk mencari pengalaman dan juga untuk menemukan passionnya.

Jika memang karyawan Anda semua adalah karyawan terbaik, maka sebagai pimpinan harus memiliki strategi yang lain agar bisa mempertahankannya. Jika memang tidak bisa, maka biarkan mereka menemukan jati dirnya di tempat lain.

Semoga informasi tentang alasan karyawan resign dari perusahaan ini bermanfaat untuk Anda.

Scroll to Top