8 + 12 Syarat dan Cara Tepat Membangun Kerja Tim yang Solid

cara membangun kerja tim yang kompak dan solid

Pada suatu organisasi atau perusahaan tentunya mengharapkan kerja tim yang solid dan kompak. Dengan terciptanya kerja tim yang solid dan kompak tentunya akan membuat pekerjaan pada sebuah organisasi atau perusahaan akan menjadi efektif. Sehingga suatu perusahaan akan mampu mengimbangi bahkan mengalahkan pesaingnya.

Kerja tim yang buruk biasanya disebabkan adanya konflik dari dalam perusahaan, seperti karena tidak adanya saling mempercayai, saling menghormati, dan saling kerjasama. Sehingga sebagai atasan, manajer atau owner tentunya harus dapat menciptakan kerja tim yang solid dan kompak.

Karena salah satu syarat seorang pemimpin atau manajer yang sukses adalah mampu membangun tim yang solid dan kompak.

Sebelum anda membangun kerja tim yang solid dan kompak, tentunya anda harus mempertimbangkan beberapa hal seperti berikut:

Pertama # Memiliki pemimpin

Suatu team work atau tim bulding tentunya membutuhkan ketua tim atau pemimpin, karena fungsi dari pemimpin adalah mengatur, mengurus, memenajemen dan mengawasi kinerja yang akan dilakukan oleh anggotanya. Sehingga ketua tim harus ada, agar pekerjaan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Baca juga : Tips menjadi leader yang disukai bawahan

Dalam sebuah tim, tentunya bukan hanya sekedar ada ketua tim, namun setiap anggota juga harus memiliki peran yang akan dijalankan. Sehingga pembagian tugas kepada anggota tim juga diperlukan, agar masing-masing anggota dapat bertanggungjawab terhadap tugasnya.

Kedua # Tujuan dibentuknya tim kerja

Sebelum anda membuat tim kerja atau team work, tentunya anda harus memiliki tujuan yang spesifik tentang untuk apa kerja tim ini dibuat. Misalnya perusahaan memiliki divisi penjualan, maka tujuan dari kerja tim ini adalah siapa yang menjadi target pejualan? Berapa target penjualan? Bagaimana cara mencari target? Tentunya hal ini harus sangat dipertimbangkan, karena akan berguna untuk mencapai target yang ditentukan.

Dengan adanya tujuan yang jelas, suatu perusahaan akan dapat menentukan strategi yang akan digunakan dalam kinerjannya. Jika suatu perusahaan tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka kerjasama tim yang terjalin tidak akan menemukan strategi yang akan digunakan, karena hanya akan memikirkan tugasnya masing-masing tanpa memikirkan yang lainnya. Tujuan yang spesifik dari dibentuknya tim merupakan pedoman yang akan digunakan untuk mendapatkan hasil dari kinerja.

Alur kerja juga harus diperhatikan oleh seorang pemimpin, karena dengan alur yang jelas maka tim kerja akan dapat menjalankan kinerja dengan baik sesuai harapan.

Tiga # Pelatihan khusus

Suatu perusahaan akan maju bila karyawannya memiliki pengetahuan serta kompeten dalam bidangnya. Sehingga karyawan harus mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan. Pelatihan ini juga berguna untuk menciptakan komunikasi yang baik antar karyawan.

Dengan pelatihan, karyawan akan dapat memahami tugas yang dijalankan. Sehingga masing-masing karyawan akan dapat mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Lebih dari itu, dengan pelatihan maka karyawan juga dapat menjalankan tugasnya dengan benar, karena telah dibekali dengan pengetahuan yang benar.

Kompetensi harus dimiliki oleh setiap anggota tim, dan masing-masing dari anggotanya harus berkompeten dalam bidangnya, hal ini agar kerja tim yang tercipta memiliki kekuatan yang besar, hingga mampu bersaing dengan perusahaan lain.

Empat # Perintah yang jelas

Sebelum membangun tim kerja yang solid, sebagai leader harus memberikan perintah yang jelas pada teamwork. Misalnya, kepada siapa perintah dituju? Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dicapai? Apa tanggungjawabnya? Bagaimana konsenkuensinya? Jika salah satu anggota tim ada yang tidak mengetahui tanggungjawabnya tentunya akan menghambat kinerja yang akan dilaksanakan.

Kelima # Kondisi kerja

Sebuah tim kerja akan dapat menyesuaikan diri jika lingkungan kerjanya kondusif dan stabil. Hal ini juga akan bermanfaat untuk memberikan motivasi pada karyawan agar dapat bekerja secara maksimal. Apalagi jika mengizinkan karyawan untuk ikut berkontribusi menjadi leader dalam salah satu industrinya maka akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi karyawan. Maka karyawan akan memiliki semangat dalam bekerja.

Enam # Fasilitas kerja

Dukungan dari perusahaan sangat dibutuhkan oleh sebuah tim, hal ini bertujuan agar kinerja yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik. Kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh perusahaan tentunya akan membuat team work menjadi lebih bertanggungjawab.

Namun tentunya bukan hanya sekedar memberikan kebijakan saja, melainkan juga dapat memfasilitasi karyawannya, agar kinerja yang akan dijalankan dapat maksimal. Misalnya, jika akan mengadakan suatu rapat, maka sebagai leader harus memfasilitasi tempat yang nyaman dan kondusif, hal ini untuk kepentingan kelancaran pekerjaan yang akan dilakukan.

Tujuh # Menjadi pemimpin yang bijaksana

Menjadi seorang pemimpin tentunya harus memiliki sifat yang adil, bijaksana dan tidak otoriter. Karena pemimpin merupakan cerminan dari karyawan, baik buruknya pemimpin akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

cara membangun kerja tim

Pemimpin berwewenang untuk memberikan tugas, peraturan, kebijakan, keputusan dan prosedur pekerjaan pada karyawannya. Namun tentunya menjadi pemimpin juga dapat menjalankan apa yang menjadi peraturannya, karena karyawan akan mengikuti tingkah laku dari pemimpinnya.

Delapan # Konsekuensi

Untuk menjadi tim kerja yang solid dan kompak, tentunya masing-masing dari anggota tim harus memahami tanggung jawabnya. Sehingga konsekuensi sangat dibutuhkan agar anggota tim dapat menjalankan kinerja sesuai dengan prosedur pekerjaan. Hal ini juga bermanfaat agar tim kerja yang akan dibuat dapat mencapai target yang ditentukan.

Setelah memiliki bekal yang kuat maka untuk membangun tim kerja akan dapat dilakukan dengan mudah. Dalam dunia kerja tidak mengenal istilah singel fighter, karena setiap pekerjaan harus memiliki anggota yang saling membantu. Kerjasama dan kecerdasan akan dapat memenangkan suatu hal dibandingkan dengan pekerjaan tanpa adanya kerjasama.

Untuk membuat tim kerja yang solid dan kompak memang tak bisa dilakukan dengan mudah, karena di dalamnya akan ada banyak pemikiran yang berbeda dari masing-masing anggota. Dan untuk menggabungkan pemikiran yang berbeda ini bukan hal yang mudah.

Perselisihan dalam team work atau tim building akan sering terjadi, karena akan banyak kendala yang akan dialami oleh sebuah tim, misalnya perbedaan pendapat, mementingkan diri sendiri, tidak bertanggungjawab dan faktor lainnya.

Setiap orang tentunya memiliki kerjasama yang berbeda, ada yang terbiasa bekerja sendiri dan ada yang terbiasa bekerja dengan tim. Dalam dunia pekerjaan, kerjasama tim merupakan elemen terpenting yang harus ada untuk mencapai tujuan. Bekerjasama akan lebih menghasilkan output yang besar dibandingkan dengan bekerja secara individu.

Mengapa membangun kerja tim menjadi hal yang penting? Dalam dunia pekerjaan, suatu perusahaan atau instansi tentunya memerlukan sinergi tim kerja agar dapat mencapai target secara keseluruhan. Kerjasama tim merupakan wadah yang sangat tepat bagi setiap individu untuk memperoleh keahlian intrapersonal maupun interpersonal. Sehingga akan dapat mengenal dan berinteraksi sesama kolagen dan atasan.

Di samping itu, kerjasama tim juga akan bermanfaat untuk memberikan pengetahuan yang luas, karena akan terjadi interaksi dari pertukaran ide, umpan balik dan proses pengerjaan tugas.

Membangun kerja tim yang solid dan kompak merupakan tantangan bagi setiap tim. Namun tentunya kerjasama tim yang solid dan efektif dapat terwujud jika memiliki cara yang benar. Untuk itu berikut ini cara tepat membangun kerja tim yang solid dan kompak:

#1. Mempunyai visi dan misi yang sama

Visi dan misi suatu tim perlu diciptakan agar tujuan dibentuknya tim dapat terwujud dengan baik. Antara pemimpin dengan anggota atau antar anggota tentunya harus mempunyai visi misi yang sama. Hal ini bermanfaat untuk memperlancar tujuan yang akan ditargetkan.

Jika dalam sebuah tim terdapat visi misi yang berbeda maka akan membuat perselisihan karena pandangan cara bekerjanya akan berbeda. Dan jika hal ini terjadi maka tim kerja akan hancur. Dengan begitu tujuan utama yang ditargetkan tidak akan pernah tercapai.

#2. Memahami peran dan tanggungjawab masing-masing personil

Sebelum membangun sebuah tim kerja tentunya melakukan pemilihan anggota tim terlebih dahulu. Pemilihan ini juga mempertimbangkan bagaimana personil yang dibutuhkan. Apabila telah menentukan personil yang akan menjadi anggota tim kerja maka langkah selanjutnya adalah membagi peran, tugas serta tanggungjawab dari masing-masing personil.

Dengan begitu, masing-masing personil harus mampu memahami peran dan tanggungjawabnya sebagai anggota tim. Bagaimana cara agar masing-masing anggota personil ini dapat memahami peran dan tanggung jawabnya ini tentunya merupakan tugas dari pemimpin.

#3. Memiliki kompetensi

Setiap anggota tim harus memiliki kompetensi yang baik, karena hal ini bermanfaat agar masing-masing anggota tim dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dengan baik. Dan pastikan setip tim memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan pekerjaannya, sehingga pekerjaan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Kompetensi dapat dicapai dengan memberikan pelatihan khusus, anda bisa mencarinya dengan menghubungi departemen SDM. Dengan memberikan pelatihan khusus maka anggota tim akan memiliki kompetensi yang baik, sehingga dapat memahami peran dan tanggungjawbanya dalam sebuah tim.

#4. Memiliki komitmen yang kuat

Membangun kerja tim yang solid dan kompak, membutuhkan komitmen yang kuat. Karena komitmen merupakan sebuah penopang suatu tim kerja. Apabila salah satu anggota tim tidak memiliki semangat berjuang maka akan berimbas buruk pada tim kerja.

Bagaimana cara mengatasi apabila salah satu anggota mengalami penurunan semangat? Maka ini adalah tugas pemimpin dan anggota tim lainnya untuk memberikan perhatian dengan menyemangatinya. Sehingga beban tugas yang dijalankan terasa ringan.

#5. Saling memahami dan menghormati

Dalam sebuah tem work atau team building akan tentunya akan terjadi perselisihan pendapat. Namun tentunya perselisihan pendapat ini dapat dijadikan sebagai hal yang positif, dimana dengan banyaknya pendapat dari anggota tim akan memperkaya ide atau gagasan sehingga dapat menentukan strategi yang tepat agar mencapai target yang diharapkan.

Hindari konflik kerja, dan ini adalah salah satu cara terbaik menjaga keharmonisan dan kekompakan tim.

Setiap orang memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, sehingga dengan banyaknya pendapat yang disampaikan oleh masing-masing anggota tim tentunya harus ditanggapi dengan saling memahami dan saling menghormati.

cara membangun kerja tim yang kompak dan solid

Dengan saling menghormati akan menjadi penghubung sesama anggota tim, agar kerja tim yang solid dan kompak tetap terjaga. Banyaknya pendapat ini dapat diatasi dengan cara musyawarah, mufakat dan demokrasi. Dimana memilih pendapat yang tepat dan terbanyak yang dipilih oleh anggota.

Dalam hal ini tugas pemimpin adalah menjadi wadah, yang akan menampung usulan dan mampu mencari hasil akhir yang tepat dari perdebatan.

#6. Saling percaya dan dapat dipercaya

Kejujuran merupakan kunci dari sebuah kerja tim yang solid dan kompak. Kejujuran akan menumbuhkan rasa saling percaya dan dapat dipercaya. Sehingga tugas yang akan dilaksanakan oleh masing-masing personal dapat dijalankan dengan baik.

Saling percaya merupakan syarat yang mutlak dari sebuah tim kerja atau tim bulding, karena dengan saling mempercayai akan membuat sesama tim dapat bekerjasama bukan bekerja secara individual. Rasa percaya akan menegaskan tugas yang diberikan kepada rekannya akan dapat dijalankan dengan baik, sehingga tidak akan terjadi kekhawatiran yang akan menimbulkan perselisihan.

Setiap masing-masing anggota juga harus dapat dipercaya dalam menjalankan tugasnya, yaitu dengan menjalankan tugas yang diberikan dan yang dipercayakan oleh pemimpin dan rekannya.

#7. Membuat kesepakatan bersama

Dalam sebuah kerjasama tim tentunya membutuhkan kesepakatan, hal ini agar pekerjaan dapat dijalankan dengan baik. Kesepakatan juga bermanfaat agar masing-masing anggota dapat berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Kesepakatan ini juga tidak bisa diambil oleh salah satu pihak, melainkan menjadi keputusan bersama.

#8. Memiliki komunikasi yang intensif

Komunikasi secara intensif akan membuat kerjasama yang terjalin dapat dilakukan dengan baik. Komunikasi antar anggota tim yang intensif dapat diwujudkan dengan mengadakan metting atau pertemuan. Sehingga peran dan tugas dari masing-masing anggota dapat dipahami, serta akan antar anggota akan saling membantu, sehingga pekerjaan akan cepat selesai dan mendapatkan hasil yang maksimal.

#9. Mengadakan kegiatan bersama

Komunikasi yang baik juga bisa didapatkan dengan kegiatan bersama. Karena antar anggota tim akan saling mengenal, sehingga terjalin keakraban. Membangun kerja tim yang solid dan kompak tidak hanya dilakukan ketika bekerja saja, melainkan diluar pekerjaan, hal ini agar dapat menjalin persahabatan yang erat di dalam pekerjaan maupun luar pekerjaan.

Kegiatan yang bisa diadakan seperti makan bersama, saling mengunjungi rumah, atau mengadakan kegiatan olahraga bersama seperti jalan santai atau car free day, bersepeda bersama, out bond ataupun camping.

Kegiatan diluar pekerjaan juga akan membangun chemistry kerjasama yang kuat antar anggota tim. Sehingga membangun kerja tim yang solid dan kompak bukan hal yang sulit.

#10. Berikan penghargaan

Penghargaan diberikan kepada siapa yang meraih prestasi. Hal ini bertujuan agar membuat kebanggaan bagi anggota tim karena dirinya berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Pemberian penghargaan ini juga akan membuat motivasi bagi setiap anggotanya, dengan begitu masing-masing personil akan menjalankan tugasnya dengan semangat dan sebaik-baiknya agar mendapatkan penghargaan.

Sistem penghargaan yang diberikan bisa dengan “karyawan terbaik setiap bulan”, “karyawan dengan penjualan terbanyak”. Hal ini tentunya akan membuat setiap anggota mampu mencapai tujuan dari tim.

#11. Pengawasan dari atasan

Seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah pada karyawannya namun juga dapat mengarahkan agar pekerjaan yang dilakukan dapat dijalankan dengan baik. Sehingga seorang pemimpin harus mengawasi kinerja dari karyawan agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan hail yang maksimal karena berada pada jalur yang tepat.

#12. Mengadakan evaluasi

Evaluasi merupakan penilaian akhir agar pekerjaan selanjutnya dapat diperbaiki. Evaluasi ini dilihat bagaimana pekerjaan yang telah dilakukan, mana yang harus ditingkatkan dan mana yang harus diperbaiki.

Evaluasi bukanlah untuk mencari kesalahan, namun lebih pada memberikan masukan atau arahan agar proses kerja tim dapat berjalan sesuai alur yang telah direncanakan. Sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Menciptakan kerja tim yang solid dan kompak memang bukan hal yang mudah. Untuk itu selalu budayakan komunikasi yang terbuka antar anggota tim dapat menjawab permasalahan yang terjadi.Karena dalam tim, pasti akan ada masalah pekerjaan, atau masalah yang lain.

Dengan perbedaan pendapat juga harus ditanggapi dengan positif, yaitu pendapat dijadikan sebagai gagasan dan ide yang akan membuat anda memiliki wawasan yang luas. Membangun kerja tim yang solid dan kompak juga membutuhkan komitmen yang akan membuat kesadaran bagi setiap anggota tim agar dapat bertanggungjawab sesuai dengan perannya.